Arsip

Naik Dango Pontianak Tarik Wisatawan Malaysia, Tembus Panggung Internasional

Penampilan Ngantat Panompo adat dalam rangka Naik Dango Ke-3 Dewan Adat Dayak Kota Pontianak. (Foto/ruai.tv)
Advertisement

PONTIANAK, RUAI.TV – Perayaan Naik Dango ke-III di Rumah Radakng semakin menunjukkan daya tarik lintas negara dengan kehadiran peserta dan tamu dari Malaysia. Agenda budaya tahunan di Pontianak ini kini mengarah sebagai magnet wisata sekaligus penguat identitas Dayak di kancah internasional.

Pemerintah Kota Pontianak bersama Dewan Adat Dayak menggelar pembukaan kegiatan dengan mengusung tema “Ngampar Umah Ngarak Padi – Menjaga Kearifan Leluhur di Tengah Perubahan Zaman”.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memimpin langsung pembukaan, Selasa (21/4) dan menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan hingga tahun ketiga.

“Ini adalah wujud nyata komitmen kita dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus perubahan zaman yang begitu cepat,” kata Edi.

Ia menilai tema tersebut selaras dengan tantangan modernisasi yang mendorong masyarakat tetap berpijak pada budaya.

Edi menegaskan bahwa Naik Dango memberi kontribusi terhadap penguatan silaturahmi, pertumbuhan sektor kebudayaan, serta pergerakan ekonomi masyarakat. Ia juga menyebut Pontianak sebagai kota jasa dan perdagangan yang terus mendorong aktivitas budaya agar tetap hidup di tengah keberagaman.

Gambar: Wisatawan Malaysia mengikuti Display Budaya Naik Dango ke-3 DAD Kota Pontianak dalam rangka promosi Pariwisata Budaya di Kota Pontianak ke dunia Internaisonal. (Foto/ruai.tv)

Ketua panitia, Vandrektus Derek, menjelaskan bahwa Naik Dango merepresentasikan ungkapan syukur masyarakat Dayak atas hasil panen sekaligus penghormatan kepada leluhur.

“Naik Dango bukan sekadar tradisi, tetapi simbol kebersamaan, kerja keras, dan penghormatan terhadap alam serta kehidupan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Naik Dango telah masuk dalam kalender pariwisata daerah, sehingga mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, termasuk dari luar negeri. Kehadiran delegasi dari Sarawak, Malaysia, menjadi indikator kuat bahwa kegiatan ini telah menarik perhatian regional.

Delegasi tersebut dipimpin oleh Charlie Ugang bersama rombongan yang mewakili komunitas Dayak Bidayuh di Sarawak. Kehadiran mereka memperkuat relasi budaya masyarakat Dayak di Pulau Kalimantan yang melintasi batas negara.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama sembilan hari, mulai 17 hingga 25 April 2026, dengan agenda Ngampar Bide, misa syukur, ritual adat Ngalanjukat, seminar budaya, pentas seni, serta pameran UMKM dan kuliner.

Gambar: Wisatawan Malaysia mengikuti Display Budaya Naik Dango ke-3 DAD Kota Pontianak dalam rangka promosi Pariwisata Budaya di Kota Pontianak ke dunia Internaisonal. (Foto/ruai.tv)

Seluruh rangkaian ini memperkaya pengalaman wisata berbasis budaya yang menarik minat pengunjung. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan pentingnya menjaga nilai adat dalam setiap pelaksanaan tradisi.

“Adat istiadat bukan sekadar seremoni, tetapi mengandung nilai luhur yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh penghormatan,” ujarnya.

Ia juga menilai keberagaman sebagai kekuatan pemersatu. “Kita hidup dalam perbedaan suku, ras, dan agama. Namun dari situ kita membangun persatuan. Naik Dango menjadi ruang yang memperkuat kebersamaan itu,” katanya.

Naik Dango Pontianak kini telah menembus panggung internasional dan berkembang sebagai charisma of event yang memperkenalkan kekayaan budaya Dayak kepada dunia.