Arsip

Mengenal Boakng, Bubu Bambu dalam Tradisi Nuba Adat Dayak Barai

Boakng, alat tangkap ikan tradisional dari Bambu. (Foto/ruai.tv)

SINTANG, RUAI.TV – Masyarakat adat Dayak Barai di sepanjang Sungai Kayan, Desa Engkarangan, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, memiliki alat tangkap ikan tradisional bernama Boakng.

Menurut Tatang, Boakng merupakan bubu berukuran besar yang terbuat dari bambu. Masyarakat mengerjakannya secara gotong royong dengan melibatkan warga dari beberapa kampung.

Pembuatan Boakng berlangsung beberapa hari sebelum pelaksanaan Nuba Adat, tradisi masyarakat Dayak Barai yang berlangsung pada musim kemarau.

Advertisement

“Boakng adalah bubu besar yang dibuat dari bambu, dikerjakan gotong royong dari beberapa kampung,” kata Tatang, Rabu (26/8).

Masyarakat Dayak Barai melaksanakan Nuba Adat pada musim kemarau sebagai bagian dari tradisi untuk meminta hujan. Dalam pelaksanaannya, masyarakat terlebih dahulu menyiapkan sejumlah perlengkapan, termasuk Boakng sebagai alat untuk menangkap ikan di sungai yang menjadi lokasi Nuba Adat.

Pembuatan Boakng berlangsung beberapa hari sebelum kegiatan Nuba Adat. Setelah selesai, masyarakat memasang Boakng pada titik tertentu di bagian sungai yang akan mereka gunakan dalam kegiatan tersebut.

Tatang menjelaskan, masyarakat memasang Boakng di bagian hilir sungai sebelum pelaksanaan proses Nuba Adat di bagian hulu.

“Boakng akan dipasang di bagian hilir, sebelum air tuba ditumpahkan di bagian hulu,” ujar Tatang.

Dalam tradisi Nuba Adat, pelaksanaan kegiatan memiliki tahapan yang melibatkan Temenggung dan masyarakat. Saat ritual berlangsung, Temenggung berada di atas perahu dan menombak ikan pertama. Setelah itu, masyarakat baru mengambil ikan.

“Saat ritual Nuba Adat, Temenggung yang berada di atas perahu akan menombak ikan pertama, selanjutnya baru boleh warga mengambil ikan,” kata Tatang.

Ikan yang masuk ke dalam Boakng kemudian menjadi hasil tangkapan bagi masyarakat yang terlibat dalam pembuatannya.

Tatang menyebut masyarakat membagi hasil tangkapan Boakng secara merata kepada seluruh orang yang ikut mengerjakan alat tersebut.

“Hasil ikan yang didapat dari Boakng akan dibagi rata untuk semua orang yang terlibat membuat Boakng,” ujar Tatang.

Boakng menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan Nuba Adat masyarakat Dayak Barai di sepanjang Sungai Kayan.

Proses pembuatannya melibatkan gotong royong antarkampung, sementara pemasangan dan pemanfaatannya mengikuti tahapan dalam pelaksanaan tradisi Nuba Adat. (dig/ts)

Advertisement