LANDAK, RUAI.TV – Wakil Bupati Landak Erani berharap Partai Golongan Karya (Golkar) mampu menambah keterwakilan pada DPRD Kabupaten Landak pada Pemilu 2029. Saat ini, Golkar memiliki tiga kursi. Erani berharap jumlah tersebut meningkat menjadi empat bahkan lima kursi.
“Kalau sekarang tiga kursi, mudah-mudahan ke depan bisa empat atau lima kursi,” ujar Erani saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Kabupaten Landak di Aula Hotel Hanura Km 2, Kecamatan Ngabang, Minggu, 23 Agustus 2026.
Erani menyambut positif pelaksanaan Musda yang mempertemukan jajaran pengurus, kader, organisasi sayap, organisasi pendiri dan yang didirikan Golkar, serta sejumlah pimpinan partai politik. Menurut dia, forum tersebut dapat memperkuat komunikasi sekaligus menjadi ruang evaluasi bagi internal partai.
“Secara pribadi dan juga bagian dari pemerintah, kita menyambut baik atas kegiatan Musda ke-VI Partai Golkar di Kabupaten Landak. Tentu ini menjadi sarana komunikasi dan interaksi, dan juga evaluasi konsolidasi di internal partai,” kata Erani.
Ia menilai pembangunan Landak membutuhkan peran seluruh kekuatan politik. Karena itu, persaingan antarpartai tidak hanya berorientasi pada perolehan kursi, tetapi juga harus menghasilkan kontribusi bagi kemajuan daerah.
“Landak adalah rumah besar kita bersama. Tidak bisa dibangun oleh satu-satu partai, tapi semua partai yang ada ikut berkontribusi memajukan kabupaten ini,” ujarnya.
Erani berharap keberadaan banyak partai politik dapat memperluas kontribusi terhadap pembangunan Landak. Ia menilai kompetisi politik juga dapat mendorong setiap partai memperkuat peran masing-masing untuk masyarakat.
“Justru itulah akan semakin memperkaya bagaimana banyak partai berkontribusi, bukan hanya memajukan internal partai, tetapi lebih daripada itu bisa mempercepat kemajuan kabupaten ini melalui kontribusi partai yang ada,” kata Erani.
Musda VI Golkar Landak sekaligus menjadi titik awal konsolidasi partai menghadapi Pemilu 2029. Ketua DPD Golkar Kalimantan Barat Ichfany meminta jajaran Golkar Landak segera mempersiapkan seluruh daerah pemilihan.
Ichfany menegaskan tidak boleh ada dapil yang luput dari persiapan. Pemetaan kekuatan politik, penjaringan kader potensial dan strategi pemenangan harus berjalan lebih awal.
“Tidak boleh ada dapil yang kosong. Semua dapil harus dipersiapkan dengan serius,” kata Ichfany.
Ia juga menyoroti capaian Golkar Landak pada Pemilu 2024. Meski jumlah kursi DPRD Kabupaten Landak belum bertambah, Golkar meningkatkan perolehan suara dan berhasil merebut kembali satu kursi DPRD Kalimantan Barat dari wilayah Landak setelah sekitar satu dekade tanpa keterwakilan pada tingkat provinsi.
Capaian tersebut, kata Ichfany, harus menjadi modal untuk menghadapi Pemilu 2029. Pada daerah pemilihan yang memiliki alokasi kursi besar, Golkar tidak boleh hanya mempertahankan satu kursi. Partai harus menyiapkan kekuatan untuk meraih lebih dari satu kursi.
Persiapan calon legislatif juga harus berlangsung lebih awal. Sesuai arahan DPP Golkar, proses penjaringan dan persiapan calon legislatif mulai berjalan pada 1 Januari 2027.
Selain agenda elektoral, Ichfany meminta kader Golkar ikut mengawal program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan Golkar sebagai bagian dari koalisi pemerintahan memiliki tanggung jawab mengawal pelaksanaan program pemerintah hingga tingkat daerah.
“Ini bukan hanya forum evaluasi kepengurusan, tetapi juga forum konsolidasi untuk membuat program-program strategis di Landak ke depan, terutama dalam rangka pengawalan dan percepatan program-program pemerintah,” ujarnya.
Ichfany juga menyampaikan pesan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia kepada seluruh kader agar ikut memastikan program pemerintah berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Program-program Bapak Presiden Prabowo Subianto harus dikawal, dipercepat dan direalisasikan sehingga benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” katanya.
Musda VI kemudian menetapkan kembali Fabianus Suparda sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Landak. Setelah kembali mendapat kepercayaan memimpin partai, Suparda menempatkan evaluasi kinerja lima tahun terakhir sebagai pijakan untuk menyusun strategi menuju Pemilu 2029.
“Musda ke-VI ini adalah momentum Partai Golkar untuk melakukan evaluasi kinerja Partai Golkar Kabupaten Landak lima tahun yang lalu,” kata Suparda.
Ia meminta seluruh kekurangan pada periode sebelumnya segera diperbaiki. Golkar Landak menargetkan peningkatan suara dan jumlah kursi DPRD Kabupaten Landak hingga mampu memperkuat posisi fraksi.
“Harapan saya, kekurangan-kekurangan di lima tahun yang lalu itu dapat diperbaiki. Di lima tahun yang akan datang, di pemilu yang akan datang, Golkar dapat menambah suara dan menambah kursi di DPRD Kabupaten Landak untuk meraih ketua fraksi,” ujarnya.
Saat mendapat pertanyaan mengenai peluang mencapai target tersebut, Suparda menjawab singkat, “Optimis!”
Suparda menilai peningkatan suara Golkar pada Pemilu 2024 lahir dari kerja bersama para kader. Ia memberikan apresiasi kepada pengurus kecamatan yang ikut mengawal suara mulai dari TPS, desa, kecamatan hingga proses pleno KPU.
Menurutnya, meski Golkar masih mengantongi tiga kursi DPRD Landak, partai berhasil meningkatkan suara serta mengembalikan satu kursi DPRD Kalbar dari daerah pemilihan Landak.
“Keberhasilan ini bukan hanya keberhasilan ketua, tetapi juga keberhasilan seluruh tim yang telah berkorban waktu, tenaga dan pikiran,” ujar Suparda.
Ia meminta seluruh kader menjaga kekompakan dan kembali memperkuat mesin partai untuk menghadapi agenda politik berikutnya.
“Kita harus bersatu, bergandengan tangan untuk membawa Golkar lebih maju dan lebih baik,” katanya.
Dengan kepengurusan baru serta target empat hingga lima kursi, Golkar Landak kini harus menerjemahkan hasil Musda ke dalam kerja politik.
Mulai 2027, partai akan menghadapi tahapan penting berupa pemetaan dapil, penjaringan calon legislatif, penguatan struktur dan konsolidasi kader hingga tingkat TPS. Target tersebut menjadi pekerjaan politik Golkar Landak menuju Pemilu 2029. (dig/ts)















Leave a Reply