BENGKAYANG, RUAI.TV – Sekitar 1.200 peserta mengikuti kirab Bendera Merah Putih raksasa berukuran 8 x 17 meter pada kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Selasa (11/8).
Kirab menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia tersebut melibatkan TNI-Polri, pemerintah kecamatan, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, organisasi masyarakat Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Forum Komunikasi Masyarakat Perbatasan Indonesia-Malaysia Jagoi Babang, tokoh adat dan agama, masyarakat serta pelajar.
Peserta mengenakan pakaian adat Nusantara saat mengikuti perjalanan kirab. Beragam busana tradisional tampil sepanjang rute bersama atribut Merah Putih yang menghiasi kawasan jalan protokol Jagoi Babang.
Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI menginisiasi kegiatan tersebut. Panitia HUT RI Kecamatan Jagoi Babang kemudian menjalankan rangkaian acara bersama unsur pemerintah, aparat keamanan, instansi perbatasan, organisasi masyarakat dan warga.
Rangkaian kegiatan berawal dari apel bersama pada Kantor Desa Jagoi. Camat Jagoi Babang Saidin, S.Pt., memimpin apel, sedangkan Danki SSK II Jagoi Babang Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani, Kapten Arm Bryan Wira Triatmaja, (Han), bertugas sebagai komandan apel.
Usai apel, peserta menyaksikan Tari Dayak sebelum memulai perjalanan. Tim drumband SMA Negeri 1 Seluas kemudian mengiringi kirab dengan sejumlah lagu nasional.
Peserta bergerak dari Kantor Desa Jagoi menuju kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang. Rute kemudian berlanjut menuju Lapangan Helipad Tugu Garuda.
Setelah peserta tiba, panitia membentangkan Bendera Merah Putih berukuran 8 x 17 meter pada tebing tinggi kawasan Tugu Garuda. Peserta selanjutnya mengibarkan bendera raksasa tersebut pada tebing yang berada dalam kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Selain kirab, panitia memasang 3.000 Bendera Merah Putih sepanjang jalan protokol Jagoi Babang. Pemasangan ribuan bendera itu melibatkan berbagai unsur yang ikut dalam rangkaian kegiatan.
Camat Jagoi Babang Saidin mengatakan pelaksanaan kegiatan melibatkan unsur pemerintah, aparat, instansi perbatasan, organisasi masyarakat dan pelajar.
“Kami sangat bangga atas inisiasi dari BAIS TNI, kerja keras Panitia HUT, serta dukungan penuh dari Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani. Ditambah kolaborasi erat dari BNPP, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, TBBR, para siswa serta kemeriahan Drumband SMA Negeri 1 Seluas,” kata Saidin.

Sementara itu, Kapten Arm Bryan Wira Triatmaja mengatakan seluruh unsur ikut mengambil bagian dalam pelaksanaan kirab dan pemasangan bendera.
“Kirab bendera raksasa 8 x 17 meter dan pemasangan 3.000 bendera ini bukan sekadar simbol, tetapi penegasan bahwa kedaulatan bangsa di perbatasan harga mati,” ujar Bryan.
Bryan menyebut kegiatan tersebut melibatkan Pemkab Bengkayang, TNI-Polri, BNPP, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, Forkopimcam, pelajar, tokoh adat, tokoh agama serta masyarakat perbatasan.
“Sinergi ini membuktikan bahwa menjaga perbatasan adalah tanggung jawab bersama. Semangat Merah Putih dari Jagoi Babang ini, kami persembahkan untuk Indonesia,” katanya.
Rangkaian kirab tersebut berakhir setelah peserta mengikuti pengibaran Bendera Merah Putih raksasa pada tebing Tugu Garuda. Sementara itu, 3.000 bendera Merah Putih tetap menghiasi sejumlah ruas jalan protokol Jagoi Babang. (Rls/ts)














Leave a Reply