Ini Lho, Beda Kera dengan Monyet

Para relawan asyik mendengarkan penjelasan tentang orangutan. Foto: courtesy Yayasan Palung/ruai.tv

KETAPANG, RUAI.TV – Kera dan monyet ternyata jenis satwa yang berbeda. Ahmad Rizal, Asisten Manager Penelitian Yayasan Palung (YP) di Ketapang, Kalimantan Barat, menjelaskan, kera merupakan sebutan untuk primata yang tidak berekor. Sementara, jika primata itu memiliki ekor, disebut sebagai monyet.

Rizal berbicara di depan 15 Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM)Rabu (17/2/2021). Para relawan menerima pengetahuan tentang manfaat orangutan bagi manusia dan hutan. Dia mengajak RK-TAJAM menjadi pemuda penyambung lidah YP dalam upaya perlindungan orangutan dan habitat, serta pelestarian lingkungan.

“Kera tak berekor, monyet berekor. Orangutan termasuk golongan kera besar. Ada juga kera kecil seperti kelempiau atau owa. Sedangkan golongan monyet seperti lutung, kelasi, bekantan dan beruk,” papar Rizal.

Rizal menjelaskan, orangutan merupakan satu di antara kera besar yang ada di Asia. Juga ada kera besar jenis lain, seperti gorila, simpanse, dan bonobo dari Afrika.

Baca juga:
Belajar Lingkungan Sambil Bermain, Bayar Pengobatan Dengan Bibit

Tiga spesies orangutan di Indonesia terdiri atas Pongo pygmaeus di Kalimantan, serta Pongo abelii dan Pongo tapanuliensis di Sumatera. Orangutan merupakan satwa kategori sangat terancam punah.

“Orangutan jantan memiliki bantalan pipi, sedangkan orangutan betina tidak ada bantalan pipi,” kata Rizal.

Manusia dan orangutan sama-sama memiliki peran terhadap kelangsungan suatu kawasan hutan.
Manusia berfungsi sebagai pelindung, penjaga, pelestari dan pemanfaat. Sedangkan orangutan sebagai pembangun hutan. Sebab primata ini berperan besar sebagai penyemai dan penabur biji-bijian yang tumbuh menjadi pohon.

“Selain itu, orangutan dikenal sebagai spesies payung. Artinya, sebagai penjaga keseimbangan dan kesinambungan kehidupan di dalam hutan,” ujar Rizal. (*/SVE)