Banyak Ikan Mati, Diduga Akibat Pabrik Salah Satu Perusahaan Jebol

KAYONG UTARA – Puluhan kilo ikan mati mengapung di perhuluan Sungai Melano hingga ke simpang Keramat, kecamatan Simpang Hilir, kabupaten Kayong Utara. Matinya ikan-ikan tersebut diduga disebabkan limbah dari pabrik kelapa sawit salah satu perusahaan jebol dan mengalir hingga ke Sungai Alam pada Senin (20/5) lalu.

Tak hanya ikan sungai biasa yang mati mengapung tersebut, beberapa ekor ikan siluk (arwana) liar yang termasuk jenis ikan di lindungi di Indonesia ini juga ditemukan mengapung di sungai yang telah tercemari limbah CPO (Crude Palm Oil) dari pabrik kelapa sawit itu.

Kepala desa Lubuk Batu, kecamatan Simpang Hilir, Ibnu, membenarkan adanya aliran limbah dari pabrik kelapa sawit yang mengalir ke Sungai Alam. Dimana Kades mengungkapkan bahwa pihak perusahaan beralasan bahwa, jebolnya tanggul penampung limbah sehingga menyebabkan limbah mencemari Sungai Alam.

Sementara itu, salah seorang karyawan Perusahaan yang menyaksikan langsung ikan-ikan yang mati di sungai dan sempat ikut mengamankan ikan-ikan yang mati dari dalam sungai atas perintah atasannya (askep), berinisial S juga mengakui, bahwa ikan yang mati dikarenakan sungai yang tercemar limbah CPO.

Saat ini pihak perusahaan sudah menutup beberapa aliran limbah yang mengalir ke sungai, namun belum sepenuhnya tertutupi dengan maksimal. (Red).