PemDa KalTeng respon pengembangan Citizen Journalism pantau proyek PNPM Mandiri Perdesaan dan Proyek REDD Plus.

Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah Sambut pengembangan Pelatihan Citizen Journalism.

Palangka Raya, (6/11).

Pelatihan Citizen Journalism (CJ) Memantau Lingkungan Hutan & Kegiatan REDD+ (Reduction Emission from Deforestation and Forest Degradation Plus), (5-9/11) resmi dibuka Mursid Marsono (Kepala Sekretariat Satuan Tugas REDD+ Provinsi Kalimantan Tengah, yang juga sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup PemDa KalTeng). Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah dijadwalkan akan membuka acara pelatihan ini.

Kepala SekBer REDD+/Kepala BLH Prov. KalTeng, memberikan pengarahan dan membuka pelatihan CJ

Pelatihan gelombang pertama (6-7/11) diikuti 54 peserta dari Tim Serbu Api dari CBFFM (Community Based Forest Fire Management / penanggulangan kebakaran hutan berbasis masyrakat). Terdiri dari belasan Kepala Desa, Lurah, Masyarakat Biasa, dan Petugas Tim Serbu Api Desa dan Tim Serbu Api kelurahan.

Saat memberikan sambutan, Mursid Marsono meminta semua peserta mengikuti pelatihan dengan serius.

“pertama-tama saya minta maaf karena SekDa tidak bisa hadir, karena ada kegiatan lain, dan beliau meminta saya mewakili. Nah yang kami ingin dan harapkan, setelah mengikuti pelatihan ini para peserta hanya melaporkan yang fakta, kalau jelek laporkan jelek kalau bagus ya laporkan saja bagus. Jangan diada-adakan dan jangan sengaja diisu-isukan, nanti repot kita. Makanya simak betul-betul yang akan disampai para ahlinya nanti”. Lanjut Mursid, sembari tersenyum.

Mursyid menambahkan, Pemerintah mendukung dan memberi respon penuh kegiatan yang berbasis masyarakat bawah, seperti yang melibatkan masyarakat langsung. “Dengan seperti ini, pemerintah juga terbantu”. Tutup Mursid. dan menyatakan acara resmi dibuka, Pk. 08.50 WIB (6/11).

Beberapa saat setelah break, Andy (Wakil Pemred Tabengan) terlebih dahulu menyampaikan sistem kerja wartawan dan media secara umum.

Sebelum pembagian kelas, Harry Surjadi (Trainer) kepada peserta mengatakan; tiga trainer akan men-transfer ilmu jurnalis ke ke peserta dengan sederhana. “Kemarin sudah ada pelatihan kepada yang mengelola sistem komunikasinya, Dengan SMS (perangkat lunak frontlinesms). Nanti bapak ibu diajarkan bagaimana membuat kalimat di handphone. Nanti nomor bapak dan ibu akan terdaftar disistem dan nomor layanan yang sudah dibangun”. Jelas Harry.

Kemudian Harry menjelaskan mengenai perbedaan antara Wartawan Media Arus Utama dengan Citizen Journalism (Jurnalisme warga. Jurnalis kampung populer di KalBar). Penjelasan perbedaan dua subjek ini sebagai pengantar ke materi pelatihan berikutnya.

Pelatihan CJ ini diselenggarakan atas kerjasama Kelompok Kerja Sekretariat Bersama (SekBer) SatGas REDD+ KalTeng dan PNPM Mandiri Perdesaan KalTeng.

Pemerintah Kalimantan Tengah melalui unit PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Kalimantan Tengah dan SatGas REDD+ meresponi dengan baik penerapan Citizen Journalism untuk berperan mengawasi program yang diberikan pemerintah di KalTeng.

 

 Lihat juga isu lainnya..

 

 

Penulis : Alim