Pelatihan Citizen Journalism & Frontlinesms, Mekanisme baru Sosial Kontrol.

Model Komunikasi Informasi Baru

Palangka Raya (05/11). Kelompok Kerja Sekretariat Bersama (SekBer) Satuan Tugas REDD+ (Reduction Emission from Deforestation and Forest Degradation) Plus, Kalimantan Tengah (KalTeng) dan PNPM Mandiri Perdesaan KalTeng menyelenggarakan pelatihan Citizen Journalism (Jurnalisme warga) Memantau Lingkungan Hutan Dan Kegiatan Redd+ kepada 19 pelaku PNPM Mandiri Perdesaan perwakilan dari Kab. Kapuas dan Pulang Pisau, (5-9/11) di Swiss Bell Hotel Kota Palangka Raya, KalTeng. Puluhan peserta lainnya akan datang (6/11) yaitu dari Tim Serbu Api dari CBFFM (Community Based Forest Fire Management / penanggulangan kebakaran hutan berbasis masyrakat). Pelatihan akan dibagi tiga kelas. Setiap kelas diisi 20 peserta dan mendapat pelatihan dua hari.

H. Surjadi menjelaskan information broker kepada peserta (5/11/12)

Satuan Tugas REDD+ (Reduction Emission from Deforestation and Forest Degradation) Plus memfasilitasi selama proses pelatihan yang diwakili langsung Sopril Amir. Peserta dilatih oleh Harry Surjadi (wartawan lingkungan freelance) yang mengembangkan pelatihan Citizen Journalist dengan model saluran komunikasi baru bersama RuaiTv di KalBar 2011-2012. Alim (Penanggungjawab Ruai Citien Journalist Training Center / Ruai-CJTC) dan Yiventius Ivie (Pemred RuaiTv Pontianak-KalBar). Bobo dari Air Putih membantu meng-instal frontlinesms. Frontlinesms sebuah sistem perangkat lunak yang akan digunakan untuk menerima dan mengirim informasi dari para CJ yang akan dilatih.

Emanuel Migo (Communication and stakeholder engagement officer. SekBer SatGas REDD+ di Kalteng) saat memberi pengarahan kepada peserta mengatakan; SekBer REDD+ dan PNPM Mandiri Perdesaan akan berkolaborasi dalam rangka mendukung media bersama ini ke masyarakat, pengelolaan informasi dan komunikasi yang berbasis masyarakat. Memperkuat kegiatan di lapangan.

“nah acara belum dibuka secara resmi, karena masih ada peserta yang besok datang, yaitu Tim Serbu Api dari CBFFM (Community Based Forest Fire Management / penanggulangan kebakaran hutan berbasis masyrakat) dan acara akan dibuka perwakilan Pemda Provinsi Kalimantan Tengah Besok”. Tutup Migo.

Rademan (Spesialis training PNPM Mandiri Perdesaan Kalimantan tengah) mengatakan; setelah mendapat pengetahuan tentang citizen journalism dan keterampilan mengelola informasi, harus ada rencana setelah ikut pelatihan. Untuk diterapkan di lapangan. “Mari kita ikuti apa yang disampaikan para pelatih”. Lanjut Rademan.

Rademan menambahkan; kita belum memiliki komputer yang bersifat kelembagaan diruang belajar masyarakat. “Kalau tidak ada bantuan, jangan menyurutkan semangat kita melakukan ini. Seperti kita memotivasi masyarakat, kita juga memotoviasi diri sendiri.  Kita bersyukur karena sudah diberikan kesempatan mengikuti pelatihan ini”.

Pengembangan Citizen Journalism dengan perangkat lunak frontlinesms terlebih dahulu di Kalimantan Barat. “maka kita kembangkan satu informasi di KalTeng dengan broker informasi”. Jelas Harry Surjadi.

Harry memaparkan, broker informasi adalah jurnalis rakyat yang menguasai ilmu jurnalisme. Untuk menyampaikan informasi kepada orang lain termasuk anggota komunitas dan bisa berafiliasi dengan mainstream media.

Beberpa hal, contohnya yang bisa dilaporkan adalah jumlah keluarga miskin, jumlah anggota keluarga, pendapatan keluarga, jalan rusak, gedung sekolah tidak layak. Informasi mengenai kesehatan, data penyakit di Puskemas, obat tidak lengkap, tidak ada perawat, penyelewengan pelayanan publik. Selain itu isu lingkungan, misalnya; kerusakan hutan, kebakaran hutan, illegal logging, isu sosial, ekonomi, dan budaya yang terkait dengan perubahan iklim.

“Semua itu dapat dilaporkan atau dikirim berupa teks-sms, audio, foto, video”. Tutur Harry.

Bobo kembali memberi penjelasan penggunaan frontlinesms secara teknis ke 19 peserta hari pertama, yang akan bertugas sebagai operator sistem kedepannya. Mulai dari meng-instal frontlinesms di laptop, memasang modem, memasukan nomor telpon ke perangkat yang dipasang dan mendemokan sistem pengoperasian secara keseluruhan.

Selanjutnya sistem yang dibangun akan ditempatkan di Kuala Kapuas, Kab. Kapuas, Pulang Pisau, Kab. Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya. Supaya masing-masing tempat bisa mengelola sistem.

 

Dasar pelaksanaan kegiatan;

Emanuel Migo menjelaskan; Sekber REDD+ Kalimantan Tengah dan PNPM Mandiri Perdesaan Kalimantan Tengah telah menjalin kerjasama melalui pelaksanaan proyek khusus di lahan eks Proyek Lahan Gambut sejuta hektar (PLG), seperti bantuan penganyaman rotan di Desa Henda dan bantuan budidaya jamur tiram di desa Mentaren II di Kab. Pulang Pisau. Selain itu Sekber REDD+ bekerjasama dengan PNPM melaksanakan review RPJM Desa dan RKP desa dalam rangka inisiatif pengembangan desa REDD+.

CJ ini adalah salah satu strategi untuk mendukung penguatan program-program SREDD+ yang saat ini telah dikembangkan di masyarakat. CJ diharapkan menopang pemantau kebakaran hutan secara mandiri oleh masyarakat dan menggerakan upaya cepat untuk penanggulangan kebakaran serta mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyediaan saluran informasi yang mudah diakses oleh masyarakat. CJ juga diharapkan menjadi mekanisme sosial kontrol dan pengembangan partisipasi masyarakat secara luas dalam kegiatan REDD+, seperti dalam rangka mengatasi degradasi dan deforestasi.

 

Penulis : Alim

 Lihat juga isu lainnya..