Perempuan Motoris Perahu Motor Tempel di Belitang Hilir

motoris perempuan
Rasidah, satu di antara motoris perahu tempel di Dermaga Sungai Asam. Foto: DOK/ruai.tv
Advertisement

SEKADAU, RUAI.TV – Umumnya motoris yang mengoperasikan perahu motor tempel adalah kaum laki-laki. Tapi tidak selalu begitu di Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau.

Di dermaga penyeberangan Sungai Asam, Desa Sungai Ayak Satu, ada juga perempuan yang menjadi motoris perahu motor tempel. Perahu ini menyeberangkan orang dan kendaraan roda dua.

Satu di antara perempuan ini, Rasidah. Dia memutuskan memilik pekerjaan ini, untuk membantu keuangan keluarga.

Advertisement

Baca juga: 43 Pekerja Ilegal Nyaris Lolos ke Malaysia Lewat Kebun Sawit

Suaminya bekerja di bidang lain. Jadi, Rasidah telah bangun subuh-subuh untuk menyelesaikan pekerjaan dapur.

Memasak, mencuci pakaian, dan merapikan rumah. Selesai dengan pekerjaan rumah, barulah dia berangkat menuju dermaga, menanti para penumpang perahu motor tempelnya.

“Sekitar jam 06.00 saya mulai ke dermaga untuk narik. Sore baru pulang ke rumah. Sudah beberapa tahun ini saya kerja ini,” tutur Rasidah, Rabu (22/06/2022).

Baca juga: Sejuta Batang Lebih Rokok Ilegal Dimusnahkan di Ketapang

Motoris Perempuan

“Narik” merupakan istilah lokal untuk mengangkut penumpang yang hendak menyeberang menggunakan perahu bermesin itu. Jika ada penumpang dan sepeda motor sudah naik di atas perahunya, Rasidah menyalakan mesin dan menjalankan perahunya.

Mengantar penumpang menyeberangi Sungai Kapuas dari Dermaga Sungai Asam menuju Dermaga Sunyat di Desa Sungai Ayak Dua. Tentu, mereka juga melayani arah sebaliknya.

Tak hanya menyetir perahu, ibu-ibu yang menekuni pekerjaan ini, juga membantu proses turun naik kendaraan roda dua dari kapal motor tempel ke dermaga.

Baca juga: Jembatan Jalan Nasional di Toba Retak

“Penghasilan per hari tidak terlalu besar. Rata-rata pendapatan bersih hanya Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu,” kata Rasidah.

Jika ada waktu lenggang di saat menanti antrean penumpang perahunya, dia sempatkan diri menyelesaikan pekerjaan rumah yang masih tertunda.

Keberadaan motoris perempuan memang tak asing di desa ini. Para penumpang pun terlihat tidak khawatir.

Baca juga: 7 Desa Baru, Sedang Dimekarkan di Sekadau

Seperti penuturan Niko, seorang pengguna jasa tambang motor tempel. Meski pengemudi perahu perempuan, dia merasa santai saja.

“Meski motorisnya perempuan tapi kan sudah berpengalaman, jadi saya tidak khawatir,” ujar Niko.

Tarif penyeberangan motor tempel di Sungai Ayak sebesar Rp 15 ribu untuk sebuah sepeda motor termasuk pengendaranya. Tarif ini berlaku untuk sekali menyeberang.

Motoris mengantar penumpang menyeberangi Sungai Kapuas yang bentangannya sekitar satu kilometer. (RED)

motoris perempuan
Perahu bermotor di penyeberangan Sungai Asam. Foto: DOK/ruai.tv
Advertisement