Pesparawi Wadah Menyampaikan Perdamaian di Indonesia

PONTIANAK – Pesta Paduan Suara (Pesparawi) Nasional Ke XII resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Stadion Sultan Syarif Abdulrahman (SSA) Pontianak, Senin malam, (30/7/2018).

Pembukaan tersebut ditandai dengan pemukulan kangkuang oleh Menteri Luhut, bersama Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Pj Gubernur Kalimantan Barat Dodi Riyadmadji, Ketua Umum panitia Pesparawi Nasional Ke XII Karolin Margret Natasa, dan sejumlah tamu lainnya yang di saksikan ribuan kontingen dari 34 Provinsi di Indonesia.

Dalam Sambutan Presiden Joko Widodo yang dibacakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang penuh kemajemukan, dan suku, untuk itu melalui Pesparawi ini dapat sebagai wadah untuk menyatukan semua kalangan.

Dalam kesempatan tersebut ia turut menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini kepada 34 Provinsi yang hadir, bahwa angka kemiskinan Indonesia berada pada titik rendah sepanjang sejarah yakni 9,82 persen, dan saat ini juga terdapat 26 juta penduduk miskin di Indonesia. Dengan angka tersebut pemerintah terus berbenah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui berbagai sektor.

Luhut juga berpesan agar Pontianak Kalimantan Barat dapat menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh peserta Pesparawi, agar kegiatan dapat berjalan dengan baik, sekaligus ia mengajak semua elemen berkerja dalam Firman Tuhan.

“Dalam kesempatan Ini saya berpesan agar Kota Pontianak dapat menjadi tuan rumah yang baik dan nyaman untuk peserta Pesparawi, Ayo kita berkerja dalam Firman Tuhan, Pujian yang dipanjatkan dengan tulus, bukan hanya memenangkan pertandingan.” ajaknya di akhir sambutan.

Sementara itu Menteri agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutan mengatakan bahwa kegiatan Pesparawi merupakan agenda rutin Nasional yang ada di kementerian agama.

Ia juga menyampaikan sebagaimana orang Kristen bernyanyi, sebagai bagian dari ibadah, Pesparawi memiliki makna penting untuk meningkatkan pemahaman tentang agama, sehingga membawa dampak cinta kasih antar sesama. Menurut menteri Agama bahwa Pesperawi juga memiliki nilai ganda, baik sesama umat kristiani maupun kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

“Melalui Pesparawi ini, pemahaman tentang agama kristen semakin baik, dimana Pesparawi juga memiliki nilai ganda, baik sesama umat Kristiani maupun kehidupan Berbangsa dan Bernegara.” Ujarnya

Lukman Hakim juga menyampaikan bahwa sesuai dengan tema Pesparawi, maka sebagai umat beragama yang telah terbangun imannya, umat Kristiani bisa sebagai wadah untuk menyampaikan kedamaian di Indonesia.

Sementara itu pemerintah Kalimantan Barat melalui sambutan Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Dodi Riyadmadji menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan Pemerintah pusat yang telah mempercayai Kalbar sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional Ke XII.

“Terimakasih kepada pemerintah pusat yang telah mempercapai kalbar sebagai tuan rumah, Kami berharap seluruh kontingen merasa nyaman berada di Kota Pontianak dalam hidup berdampingan dalam kebaragaman.” Paparnya

Dalam kegiatan pembukaan Pesparawi tersebut juga dilangsungkan penyerahkan Piala Presiden dari Provinsi Maluku yang diserahkan kepada Ketua Panitia Umum Pesparawi Nasional Ke XII, Karolin Margret Natasa.

Acara berlangsung Khimat dengan diisi selingan tarian Klosal dari 850 penari berbagai Suku di Kalimantan Barat yang menunjukan Keberagaman di Indonesia. (Red)