Pecandu Narkoba Rata-rata dari Keluarga Tak Mampu

Rata-rata Keluarga Tak Mampu, Kendala BNN Tangani Pecandu di Bengkayang
Pemusnahan barang bukti narkoba di Polres Bengkayang. Foto: DOK/ruai.tv

BENGKAYANG, RUAI.TV – Para pecandu narkoba yang tertangkap di Kabupaten Bengkayang, rata-rata berasal dari keluarga tidak mampu. Hal ini yang menjadi kendala, ketika Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat hendak memfasilitasi proses rehabilitasi.

Sub Koordinator Rehabilitasi BNN Kabupaten Bengkayang, Michael Toba, Jumat (28/01/2021), mengatakan, para pecandu harus menjalani rehabilitasi di lembaga yang terekomendasi. Dan untuk menjangkaunya, tetap memerlukan biaya.

Baca selanjutnya: Pemuda Monterado Terciduk Bawa 10 Gram Sabu

“Kendala rata-rata yang kami tangani, pecandu ini menyatakan mereka dari keluarga tidak mampu. Ini yang jadi masalah ketika harus menjalani rehabilitasi,” kata Michael Toba.

“Pelayanan rehabilitasinya sendiri gratis. Tetapi perlu biaya untuk berangkat ke sana. Dari Bengkayang ke Pontianak, ke Batam, misalnya tentu tidak gratis,” sambung Michael Toba.

Baca juga: Narkoba di Celana Dalam Istri, Pasutri Sanggau Ditangkap di Pontianak

Saat ini, BNN Kabupaten Bengkayang sedang menanggani rehabilitasi empat kasus pecandu narkoba sejak awal 2022. Keempat pecandu narkoba itu menjalani rehab di luar kabupaten ini.

Setelah para penandu menjalani pemeriksaan oleh oleh Tim Assesment Terpadu (TAT) Polres Bengkayang, mereka dirujuk ke beberapa tempat. Sebab, harus menjalani rawat inap sesuai rekomendasi hasil TAT.

Baca selanjutnya dengan klik pages 2 atau KLIK di SINI!