Ketua DPRD KKU Malu, Irigasi Tanjung Belimbing Jadi Polemik

Kunjungan lapangan memantau kondisi saluran irigasi di Dusun Tanjung Belimbing, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana. Foto: Julizal/ruai.tv

KAYONG UTARA, RUAI.TV – Polemik mengenai Saluran Irigasi di Dusun Tanjung Belimbing, Kabupaten Kayong Utara (KKU) masih terus bergulir.

Pemerintah KKU telah selesai melakukan pekerjaan rehabilitasi saluran irigasi itu beberapa waktu lalu. Namun, warga setempat mengeluhkan banjir yang melanda pemukiman di sekitar dusun, diduga akibat pekerjaan rehabilitasi itu.

Baca juga: VIDEO: Siaga Karhutla, Heli Ini Siap Jatuhkan Bom Air

Ketua DPRD KKU, Sarnawi, melakukan kunjungan ke lokasi irigasi di Dusun Tanjung Belimbing, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, Senin (08/03/2021). Sejumlah warga setempat ikut menyertai. Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR KKU, Emi Yuliana, yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek ini, turut hadir.

“Saya cek ke lapangan untuk mencari solusinya. Keluhan masyarakat, jika setiap hari hujan deras, mudah kebanjiran, ” kata Sarnawi.

Baca juga: Warga 3 Desa di Sekadau Hulu Desak Penertiban PETI

Dia meminta Dinas PUPR melakukan peninjauan kembali atas keluhan warga, dengan mengusulkan perbaikan pada jaringan irigasi. Namun, pelaksanannya dengan sistem swakelola, dan Dinas PUPR diminta mencarikan dananya.

“Malu saya, persoalan ini mengemuka di beberapa media, menjadi pembicaraan di masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Bahanyi, Tradisi Panen Padi di Dusun Loncek

Dari peninjauan itu, Sarnawi menilai ada beberapa kesalahan dalam perencanaan awal. Beberapa warga setempat tidak terlibat dalam musyawarah pekerjaan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR KKU, Emi Yuliana, mengatakan, memang ada sebagian masyarakat yang terdampak banjir jika intensitas hujan tinggi. Namun, kata dia, saluran irigasi itu lebih banyak memberikan dampak positif untuk masyarakat sekitar.

Baca juga: Memanfaatkan Pekarangan Kosong dan Sampah Rumah Tangga

Di antaranya beberapa persawahan sudah mulai teraliri air. Warga yang bercocok tanam padi bakak mengalami peningkatan hasil panen.

“Dulu saluran bocor sudah direhap kembali sehingga pengairan bagus, sampai kesawah-sawah. Dulu saluran airnya rendah juga sudah sampai ke Sungai Gali,” kata Emi.

Baca juga: Diskes Kalbar Ingatkan Maskapai Tak Main-Main Syarat Negatif PCR

Dia membantah tudingan mengenai perencanaan yang tidak benar. Sebab sebelumnya sudah bermusyawarah dengan warga sekitar, dibuktikan dengan dokumentasi yang dia tunjukkan kepada wartawan yang menyertai kunjungan lapangan itu.

Namun, Emi mengatakan, belum bisa memberi jawaban tentang langkah cepat penanganan banjir, dengan alasan tidak mau gegabah. Persoalan banjir akan dipelajar terlebih dahulu. (JUL)