Arsip

20 Tahun Bikin Tenun Khas Iban, Belum Punya Pembeli Tetap

20 Tahun Bikin Tenun Khas Iban, Belum Punya Pembeli Tetap
Kain tenun sidan khas Dayak Iban yang pengrajin kerjakan secara manual. Foto: DOK/ruai.tv
Advertisement

Tenun Dayak Tradisional

Susana dan para pengrajin lainnya menekuni pembuatan tenun sidan khas Dayak Iban. Jumlah para pengrajin pun terbilang cukup banyak.

Dalam sebulan, satu pengrajin bisa membuat produk kain tenun sidan sebanyak dua hingga tiga helai.

Baca juga: Rumah Tua di Pontianak Ini Jadi Destinasi Wisata Baru

Advertisement

“Harapan saya, ke depan adanya pembeli tetap. Juga jika memungkinkan ada investor yang bisa membantu kami, menampung hasil kerajinan ini,” ucap Susana.

Di antara kekhasan tenun sidan Dayak Iban, yakni pembuatannya masih secara tradisional. Mereka mengerjakannya secara manual dengan buatan tangan atau handmade.

Baca juga: Yuk Cobain, Wisata Arung Jeram di Kapuas Hulu

“Istilahnya kami membuat kait tenun ini secara manual. Dengan sistem alat tenun bukan mesin (ATBM),” kata Susana. (RED)

Advertisement