Jalan Antara Dusun Kadok dan Batu Ampar Putus

Advertisement

BENGKAYANG – Tanah lonsor yang menimpa warga di dusun Medeng, desa Sungkung II, kecamatan Siding, kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat pada 31 Januari 2019 lalu hingga kini masih menyisakan berbagai persoalan yang harus warga alami.

Menurut Kepala Desa Sungkung II, Amir, selain menimpa rumah warga hingga memakan korban jiwa, tanah lonsor di Sungkung II juga memutuskan akses transportasi jalan menuju desa yang merupakan perbatasan Indonesia-Malaysia ini, yakni jalan penghubung antara dusun Kadok dan dusun Batu Ampar.

“Dampak dari tanah longsor yang terjadi pada tanggal 31/1/2019 hingga berdampak luas hingga ke jalan dusun Kadok desa Sungkung II yang menghubungkan Kadok dengan dusun Batu Ampar hingga saat ini belum bisa dilalui dengan kendaraan bermotor,” jelas Kepala Desa Sungkung II, Amir, Sabtu sore (2/3).

Advertisement

Selain jalan yang merupakan tanah kuning belum ada pengerasan ini, longsor juga terjadi karena medan jalan menuju daerah ini juga banyak tanjakan sehingga jika diguyur hujan sangat mudah lonsor.

Kepala Desa Sungkung II, Amir menambahkan, untuk bisa melintasi akses ini warga bergotong royong membuat jembatan dari bambu, itu pun hanya bisa digunakan oleh pejalan kaki, sementara untuk kendaraan roda dua tidak bisa melintas.

Warga berharap pemerintah bisa membangun akses jalan kembali untuk warga di perbatasan Kalimantan Barat ini, agar transportasi dan perekonomian warga dapat berjalan lancar. (Red).

Advertisement