MEMPAWAH, RUAI.TV – Pemerintah Kabupaten Mempawah menyatakan kesiapan penuh mendukung pembangunan Sekolah Garuda sebagai bagian dari program strategis nasional di bidang pendidikan.
Daerah ini bahkan telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 24 hektare dan menyerahkannya secara resmi kepada kementerian terkait melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Langkah tersebut menegaskan komitmen Pemkab Mempawah dalam menghadirkan akses pendidikan unggulan dan berkelas nasional di wilayahnya. Sekolah Garuda diproyeksikan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi, mengungkapkan bahwa proses administrasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat telah berjalan sesuai rencana. Ia menyebut tim dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) telah turun langsung ke Mempawah untuk meninjau kesiapan lokasi.
“Tim dari Dikti Saintek sudah datang ke Mempawah. Kami juga telah menyerahkan sertifikat lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Sekolah Garuda,” ujar Juli Suryadi Burdadi.
Ia menjelaskan, penyerahan lahan berlangsung secara berjenjang. Bupati Mempawah terlebih dahulu menyerahkan dokumen lahan kepada Gubernur Kalimantan Barat, kemudian gubernur meneruskannya kepada Wakil Menteri Dikti Saintek.
Proses ini memastikan legalitas dan kesiapan lahan sesuai ketentuan pemerintah pusat. Lahan yang disiapkan berlokasi di Dusun Moton, Desa Antibar, Kabupaten Mempawah. Dengan luas sekitar 24 hektare, kawasan tersebut dinilai strategis dan memenuhi seluruh persyaratan teknis untuk pembangunan Sekolah Garuda, mulai dari aksesibilitas hingga potensi pengembangan kawasan pendidikan terpadu.
Menurut Juli, pemerintah pusat menargetkan pembangunan fisik Sekolah Garuda dimulai pada tahun 2026. Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan fisik saja diperkirakan mencapai sekitar Rp300 miliar, di luar kebutuhan pendukung lainnya.
“Informasi dari Wakil Menteri, pembangunan direncanakan mulai 2026 dengan anggaran fisik sekitar Rp300 miliar. Anggaran ini tentu menunjukkan keseriusan pemerintah pusat,” katanya.
Pemkab Mempawah meyakini Dikti Saintek telah menyiapkan anggaran tersebut secara matang. Karena itu, pemerintah daerah mulai mengarahkan perhatian pada kesiapan sumber daya manusia, khususnya peserta didik berprestasi.
“Kami berharap anak-anak Mempawah mulai dipersiapkan sejak sekarang agar mampu bersaing dan menjadi bagian dari Sekolah Garuda ke depan,” tutup Juli.
Kehadiran Sekolah Garuda di Mempawah diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan pendidikan Kalimantan Barat sekaligus membuka peluang besar bagi generasi muda daerah untuk meraih masa depan yang lebih gemilang.















Leave a Reply