Arsip

Jalan Diduga Dibuat BN Jadi Jalur Masuk Barang dari Malaysia di Perbatasan Sambas

Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas menangkap sebuah truk pengangkut barang dari Malaysia melewati jalan yang dibuka oleh oknum pengusaha berinisial BN. (Foto/ruai.tv)
Advertisement

SAMBAS, RUAI.TV – Warga Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, menyoroti keberadaan jalan tidak resmi di Dusun Aping yang mereka sebut sebagai akses utama keluar masuk barang dari Malaysia.

Warga mengaitkan pembangunan jalur tersebut dengan seorang pengusaha berinisial BN yang berdomisili di wilayah Sajingan Besar. Jalan itu menghubungkan kawasan permukiman dengan garis perbatasan dan membentuk lintasan langsung menuju wilayah Malaysia.

Warga menyebut akses tersebut terbuka sepanjang waktu dan dapat dilalui kendaraan angkutan barang, termasuk truk dan kontainer. Seorang warga menjelaskan, jalur tersebut berjarak sekitar satu kilometer dari kampung dan menjadi lintasan rutin kendaraan bermuatan barang dari luar negeri.

Advertisement

“Jalan itu dari Dusun Aping, kurang lebih satu kilometer dari kampung langsung tembus ke Malaysia. Kendaraan barang sering lewat situ,” ujarnya.

Warga menyatakan aktivitas di jalur tersebut berlangsung intensif dalam beberapa bulan terakhir. Mereka mencatat kendaraan bermuatan barang melintas hampir setiap hari dengan jumlah yang terus meningkat.

“Dalam sehari bisa puluhan truk lewat. Aktivitas itu sudah berjalan sekitar enam bulan terakhir,” kata warga lainnya.

Menurut keterangan warga, berbagai jenis barang masuk melalui jalur tersebut, seperti bawang merah, bawang putih, beras, hingga pakaian bekas. Jalur itu memungkinkan distribusi barang berlangsung tanpa melalui pemeriksaan resmi di pos perbatasan.

Warga juga menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi masuknya barang lain yang tidak terpantau. Mereka menilai kondisi ini membuka celah terhadap peredaran barang terlarang di kawasan perbatasan.

“Yang terlihat memang kebutuhan pokok. Tapi masyarakat khawatir kalau ada barang berbahaya ikut masuk lewat jalur itu,” ujarnya.

Sorotan terhadap jalan tersebut menguat setelah warga mengamankan satu unit truk yang diduga membawa barang dari Malaysia pada Selasa pagi (31/3). Truk itu melintas melalui jalur tidak resmi di Dusun Aping sebelum akhirnya dihentikan warga.

Saat kejadian, anggota kepolisian dan TNI berada di lokasi untuk memantau situasi. Warga kemudian menyerahkan truk tersebut kepada aparat. Namun, warga mempertanyakan tindak lanjut penanganan setelah tidak ada proses hukum terhadap kendaraan maupun pihak terkait.

Kapolsek Sajingan Besar, Iptu Irham, membenarkan adanya aktivitas penahanan truk oleh warga. Ia menyampaikan bahwa pihaknya hadir di lokasi untuk menjaga keamanan.

“Memang benar, masyarakat melaporkan adanya truk yang mereka amankan karena diduga membawa barang dari Malaysia. Kami hadir untuk memastikan situasi tetap kondusif,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (10/4).

Irham menyebut pihaknya tidak melakukan pemeriksaan terhadap muatan maupun sopir karena kewenangan tersebut berada pada instansi kepabeanan. Ia juga mengakui bahwa kendaraan tersebut melintas melalui jalur tidak resmi yang selama ini dikenal sebagai jalur tikus.

“Jalur tikus memang ada di beberapa titik dan sering dimanfaatkan untuk aktivitas penyelundupan,” katanya.

Terkait jalan yang warga sebut dibuat oleh BN, Irham menyatakan tidak memiliki informasi rinci. Ia menegaskan bahwa pengawasan di jalur resmi perbatasan dilakukan oleh petugas yang bertugas di pos lintas batas.

“Kalau lewat jalur resmi, semua pasti melalui pemeriksaan,” ujarnya.

Keberadaan jalan tidak resmi di Dusun Aping yang warga kaitkan dengan BN memperlihatkan adanya akses terbuka yang menghubungkan langsung wilayah Indonesia dengan Malaysia.

Jalur tersebut menjadi lintasan aktif kendaraan angkutan barang tanpa pengawasan, sementara aktivitas di lapangan terus berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Lihat Juga:

Advertisement