Arsip

HUT Ke-60, BPD Kalbar Diminta Optimalkan Digitalisasi

Pemprov Kalbar bersama Manajemen dan Direksi BPD Kalbar merayakan HUT Ke-60 Bank Kalbar di halaman Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (16/04/2024). (Foto/Ist)
Advertisement

PONTIANAK, RUAI.TV – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar), Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, memimpin apel dan menyampaikan amanat di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (16/4/2024).

Tak lupa Penjabat Gubernur Kalimantan Barat menyampaikan atas nama  Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat  turut mengucapkan Selamat Idul Fitri 1445 kepada para peserta dan tamu undangan.

Selain itu dirinya juga mengucapkan “Selamat” kepada seluruh Jajaran Komisaris, Dewan Pengawas dan Direksi serta para Pejabat di lingkungan PT BPD Kalbar atas pencapaian yang telah diraih sampai saat ini, sebagaimana pada tanggal 20 Maret 2024 yang lalu, Bank Kalbar meraih penghargaan TOP Pembina BUMD 2024, TOP BUMD Award Bintang 5 (lima) dan TOP CEO BUMD Tahun 2024.

Advertisement

Memasuki usia ke-60, sebagai salah satu bank yang ada dalam sistem perbankan nasional, Bank Kalbar memiliki fungsi dan peran yang signifikan dalam konteks pembangunan ekonomi regional, untuk itu Harisson berharap Bank Kalbar dapat semakin matang dan terus berinovasi, baik di lingkup internal maupun eksternal perusahaan.

Menurutnya hal ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan keunggulan kompetitif produk dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada para nasabah, agar mampu bersaing dengan perbankan lainnya di tingkat lokal maupun regional, sehingga Bank Kalbar dapat menjadi pelopor pembangunan dan pertumbuhan ekonomi khususnya di Kalimantan Barat.

Ia menekankan peran Bank Kalbar dalam pembiayaan pembangunan daerah, khususnya melalui kredit untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMKM) dan Usaha Menengah dan Korporasi (UMKMK).

“Bank Kalbar juga memiliki peran dalam pembiayaan keuangan pembangunan di daerah, dimana Bank Kalbar menyediakan pemberian pinjaman kepada Usaha Mikro dan Kecil dan pemberian kredit untuk Usaha Menengah dan korporasi, dengan menerapkan strategi pertumbuhan berimbang dari tahun ke tahun dan mengutamakan prinsip kehati-hatian serta tidak berlebihan dalam pengambilan resiko”, kata Harisson.

Dalam rangka upaya pengembangan Bank, dirinya juga meminta perhatian dari seluruh jajaran PT BPD Kalbar berkenaan dengan Program Digitalisasi agar Bank Kalbar segera meningkatkan kemampuan Sistem Teknologi Informasi yang saat ini dimiliki untuk segera dikembangkan dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan menerapkan manajemen risiko yang baik.

“Salah satunya melalui pengembangan Q-RIS Merchant dan aplikasi Mobile Banking agar dapat /meningkatkan penetrasi serta memiliki fitur, keamanan dan kenyamanan bagi nasabah, dan dalam upaya menjalankan fungsi intermediasi bank, juga diminta agar dana masyarakat yang dihimpun Bank Kalbar agar disalurkan kembali kepada usaha yang bersifat produktif khususnya dalam mendukung pertumbuhan UMKM sehingga komposisi penyaluran kredit produktif dan konsumtif dapat diseimbangkan”, jelasnya.

Lebih lanjut orang nomor satu di Kalbar ini juga meminta Bank Kalbar untuk dapat memberikan kredit atau bantuan dalam rangka menumbuh kembangkan UMKM.

“Penting juga bagi kita untuk meningkatkan kelas UMKM dari mikro jadi usaha kecil dari usaha kecil jadi usaha menengah dan semua itu mereka butuh pembiayaan. Saya harapkan Bank Kalbar juga dapat terus meningkatkan pembiayaan untuk UMKM di Kalimantan Barat,” timpalnya.

Terkait penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance/GCG), Penjabat Gubernur Kalbar meminta kepada seluruh Pejabat dan pegawai di lingkungan Bank Kalbar agar menganut budaya sadar risiko, budaya patuh, serta meningkatkan pengawasan melekat dalam upaya Pencegahan Korupsi dan fraud serta temuan berulang dari pemeriksa internal maupun eksternal yang dapat mengarah kepada timbulnya risiko hukum.

Seusai Upacara tersebut, Direktur Utama PT BPD Kalbar, Rokidi, menyampaikan bahwa sejalan dengan apa yang disampaikan Pj Gubernur Harisson, dirinya berkomitmen agar Bank Kalbar dapat meningkatkan peran intermediasi terutama dalam meningkatkan dan mendukung program pemerintah dalam memberdayakan UMKM, kemudian Digitalisasi Perbankan agar tetap eksis, serta mengeliminir dan meminimalisir terjadinya Fraud sebisa mungkin setidaknya Kami akan mengurangi Fraud-fraud yang pernah terjadi di Bank Kalbar serta optimalisasi corporate social responsibility (CSR).

“Bank Kalbar akan meningkatkan layanan digitalnya, tentunya dari core-nya yaitu _banking-nya yang akan dibenahi, dan hal itu adalah dasar tentang bagaimana kita mengembangkan digitalisasi sebagaimana apa yang telah dilakukan oleh bank. Selain itu untuk Corporate Social Responsibility (CSR) atau Program CSR, sebagaimana amanat Undang-undang bahwa 2,5 persen dari laba harus diserahkan untuk CSR yang melingkupi seluruh wilayah Kalimantan Barat. Dimana CSR tersebut merupakan kewajiban perusahaan untuk berkontribusi terhadap sosial masyarakat, termasuk bantuan – bantuan yang kita serahkan hari ini,” pungkasya. (RED)

Advertisement