Eropa Repot Selamatkan Kera Indonesia Saat Pemerintah RI Sibuk Tanam Sawit

Belum lama Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2012 berlalu, sebuah tamparan keras diterima dunia perlindungan satwa Indonesia. Saat pemerintah RI sibuk menebangi hutan untuk menambah devisa negara lewat perkebunan sawit, orang-orang nun jauh di belahan dunia lain sibuk merogoh kocek mereka untuk menyelamatkan kera hitam Sulawesi yang semakin terancam keberadaannya akibat habitat yang semakin berkurang.

Jika mereka bisa bicara, mereka akan bertanya: Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2012? Mana bukti cintamu, Indonesia…..? Photo © Andrew Walmsley Wildlife Photography

Upaya ini dilakukan dengan cara menggalang dana untuk perlindungan spesies endemik Sulawesi ini. Lembaga bernama Whitley Wildlife Conservation Trust, yang berbasis di Paignton Zoo Environmental Park di selatan Devon, Inggris, telah menyerahkan donasi sebanyak 33.000 poundsterling untuk upaya perlindungan kera hitam Sulawesi.

Kebun Binatang di Perancis bernama Amneville memberikan 12.000 poundsterling setelah Koordinator Proyek Selamatkan Yaki, Gaetan Masson, melakukan pendekatan secara pribadi. Lalu sebuah donasi dari kantong pribadi menyumbangkan 9.600 poundsterling untuk menyumbang gaji Pak Masson.

Whitley Wildlife Conservation Trust bekerjasama dengan Mohamed bin Zayed Species Conservation Fund, yang memberikan 7.490 Poundsterling, lalu Chester Zoo memberikan 3.100 Poundsterling dan kebun binatang di Dublin, Irlandia memberikan 800 Poundsterling.

Kepala konservasi lapangan dan penelitian dari Whitley Wildlife Conservation Trust, Amy Plowman mengatakan bahwa bantuan keuangan ini adalah sesuatu yang sangat luarbiasa dan merefleksikan betapa banyak kemajuan yang sudah diraih tahun ini. “Setiap donasi sangat berarti karena kami bisa melakukan hal yang lebih untuk menyelamatkan spesies karismatis ini.”

Primata yang hanya ditemukan di Sulawesi ini adalah salah satu ikon dalam konservasi Indonesia, karena keunikannya. Namun kibat sedikitnya orang yang memahami eksistensi kera hitam ini, maka tidak banyak aktivitas konservasi yang dilakukan untuk melindunginya.

Tahun 2008 silam, IUCN (International Union for Conservation of Nature) menaikkan status kera hitam Sulawesi ini dari terancam menjadi kritis, akibat jumlahnya yang terus berkurang hingga 90% dalam 30 tahun terakhir ini. Hilangnya habitat akibat alihfungsi menjadi perkebunan kelapa sawit dan pertambangan, adalah ancaman utama populasi kera hitam Sulawesi atau Yaki.

Masih dalam suasana Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2012, mana bukti cintamu Indonesia?

Informasi lebih lanjut untuk membantu konservasi dan perlindungan Yaki, silakan klik: www.selamatkanyaki.com.