Arsip

Catatan Panitia Pemekaran di HUT Ke-15 Sekadau

Advertisement

SEKADAU – Pemerintah Kabupaten Sekadau menggelar Upacara HUT Ke -15 Kabupaten Sekadau, Selasa 18 Desember 2018.

Selain upacara sebagai puncak peringatan hari jadi Bumi Lawang Kuari itu, Pemkab Sekadau juga menggelar sejumlah kegiatan dan hiburan rakyat.

Namun ada yang menjadi pertayanyaan pada perayaan hari jadi Kabupaten yang sebelumnya menginduk dengan Kabupaten Sanggau itu, ternyata sejumlah tokoh pemekaran tidak hadir dalam upacara itu dikarenakan tidak mendapat undangan dari panitia perayaan HUT ke 15 Kabupaten Sekadau.

Advertisement

Hal itu disampaikan oleh Ketua Panitia pemekaran Kabupaten Sekadau, Muhammad Ali Daud yang juga merupakan dosen di Universitas Tanjungpura Pontianak.

“Tidak ada undangan kita, di kasih tau pun tidak ada,” kata Ali Daud.

Ali Daud juga menjelaskan bahwa sejak di mekarkan menjadi Kabupaten, sejumlah tokoh pemekaran tak pernah dilibatkan dalam merumuskan pembangunan seperti Musrenbang RKPD, termasuk memperingati hari jadinya ini.

Meski demikian ia tetap berharap agar bumi kelahirannya itu selalu maju, masyarakatnya aman dan tentram dan bersatu dalam segala bidang serta makmur.

Ia juga memberikan sejumlah catatan dan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Sekadau di hari jadi ke 15 Tahun Kabupaten Sekadau ini, agar pemerintah terus meningkatkan pembangunan, terutama pembangunan sumber daya manusia (SDM) seperti sektor pendidikan, Ekonomi, kesehatan, infrastruktur, sosial, politik dan lain-lain.

“Lima belas tahun itu artinya sudah memasuki usia dewasa, pemerintah harus meningkatkan SDM Kabupaten Sekadau, seperti mendirikan perguruan tinggi, memberikan beasiswa kepada putra daerah untuk mengenyam pendidikan di Luar negeri,” Harapnya.

Muhammad Ali Daud juga merefleksi bahwa tujuan utama pembentukan Kabupaten Sekadau adalah agar memperpendek rentan kendali, mempercepat pembangunan, dan mempercepat kesejahteraan masyarakat, terlebih teebentuknya Kabupaten Sekadau merupakan kemauan kuat dari tokoh-tokoh Sekadau bersama panitia pemekaran. Ia menjelaskan bahwa yang masuk ke program pemerintah kala itu adalah Kabupaten Sekayam Raya di Kabupaten Sanggau, namun karena kemauan kuat orang Sekadau sehingga bisa jadi Kabupaten.

Disisi lain Ali Daud juga meminta agar pemerintah Kabupaten Sekadau tidak menjadikan tokoh-tokoh pemekaran menjadi saingan namun menjadikan mereka kawan untuk bersama-sama mengemukakan ide dan gagasan untuk kemajuan Kabupaten Sekadau.

“Saya ingin memberikan masukan kepada Pemkab Sekadau, agar jangan jadikan tokoh pemekaran sebagai saingan, namun jadikan mereka Partner, contohnya libatkan mereka dalam Musrenbang,’ tegas Ketua Pemekaran Kabupaten Sekadau, Muhammad Ali Daud.

Selain itu ia juga berharap kepada pemuda kabupaten Sekadau agar terus berjuang untuk daerahnya, dan yang tidak kalah penting jangan sampai pemuda melupakan sejarah terbentuknya Kabupaten Sekadau 15 tahun lalu.

Meski sejumlah catatan ia sampaikan ke Pemkab Sekadau, Muhammad Ali juga mengapresiasi sejumlah capaian pembangunan yang sudah dilakukan seperti dulunya kota Sekadau kumuh saat ini sudah mulai tertata dengan baik dengan di dirikannya pasar Baru Sekadau, dan sejumlah Infrastruktur yang sudah mulai baik, serta wacana pemerintah untuk menjadikan desa Penanjung Sekadau sebagai pusat wisata. (Red).

Advertisement