PAPUA TENGAH, RUAI.TV – Prajurit Satgas Yon Parako 466 Pasgat menjalankan pengamanan dan pengendalian operasional bandara perintis di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Aktivitas tersebut berlangsung di tengah kondisi geografis pegunungan yang menantang serta perubahan cuaca yang kerap terjadi secara tiba-tiba. Jalur udara hingga kini masih menjadi akses utama bagi mobilitas orang dan distribusi logistik di wilayah tersebut.
Di lokasi bandara, prajurit TNI terlihat mengatur komunikasi penerbangan dan memantau setiap pergerakan pesawat. Operator komunikasi taktis memandu helikopter dan pesawat perintis jenis caravan yang datang dan berangkat dari landasan.
Sejumlah personel lain bersiaga di area sekitar untuk memastikan aktivitas penerbangan berjalan sesuai prosedur. Helikopter jenis Bell tampak melakukan pendekatan pendaratan dengan panduan dari darat, sementara pesawat caravan bersiap lepas landas secara bergantian.
Proses ini membutuhkan koordinasi yang cermat, terutama karena kontur landasan dan kondisi angin di wilayah pegunungan kerap berubah. Aktivitas penerbangan di bandara perintis Sinak memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan masyarakat.
Jalur ini digunakan untuk mengangkut bahan makanan, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan pokok lain ke wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Komandan Pos Satgas Yon Parako 466 Pasgat, Kapten Pas Rizki Amrullah Oktavido, menjelaskan bahwa faktor cuaca menjadi tantangan utama dalam operasional penerbangan di wilayah tersebut.
Ia menyebut perubahan kondisi alam sering terjadi dalam waktu singkat. “Cuaca di wilayah ini cepat berubah. Kabut bisa turun sewaktu-waktu dan mengganggu jarak pandang. Karena itu, setiap pergerakan pesawat harus melalui koordinasi yang jelas agar tetap aman,” ujar Rizki.
Menurutnya, selain faktor cuaca, pihaknya juga memperhatikan aspek keamanan di sekitar bandara. Prajurit menempatkan personel di sejumlah titik untuk memantau situasi selama aktivitas penerbangan berlangsung.
Pengamanan bandara dilakukan dengan menyiagakan kendaraan taktis di sekitar landasan serta menempatkan personel di area strategis. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan situasi darurat yang dapat terjadi saat proses pendaratan maupun lepas landas.
Di area apron, aktivitas penerbangan terlihat cukup padat. Selain helikopter militer, pesawat perintis sipil juga melayani rute ke sejumlah wilayah terisolir. Kegiatan bongkar muat logistik berlangsung secara bergantian sesuai jadwal penerbangan yang ada.
Kondisi ini menunjukkan bahwa bandara perintis Sinak memegang peran penting dalam mendukung konektivitas dan distribusi logistik di wilayah pegunungan Papua Tengah. Keterlibatan berbagai pihak, baik militer maupun sipil, terlihat dalam menjaga kelancaran operasional bandara.
Sejumlah kru pesawat mengandalkan panduan dari darat saat melakukan pendaratan maupun lepas landas, mengingat kondisi landasan yang memiliki keterbatasan serta faktor cuaca yang tidak menentu. Koordinasi antara pilot dan petugas di lapangan menjadi bagian penting dalam setiap aktivitas penerbangan.
Operasional bandara perintis di Distrik Sinak terus berjalan seiring kebutuhan masyarakat terhadap akses logistik dan transportasi udara. Pengamanan dan pengaturan yang berlangsung di lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran aktivitas penerbangan di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur darat.
Lihat Juga:















Leave a Reply