Sebastianus Darwis, Putra Bupati Pertama Bengkayang

Sebastianus Darwis. Foto Instagram sebatianus_darwis

PONTIANAK, RUAI.TV – Sebastianus Darwis (47) menjadi Bupati Bengkayang yang ke-3, setelah Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji melantik dia besama empat bupati lain, Jumat (26/02/2021) di Pontianak.

Jalan panjang telah ditempuhnya untuk menduduki kursi yang pernah ditempati sang ayah, Jacobus Luna, kisaran 21 tahun lalu. Luna merupakan bupati pertama di kabupaten itu sejak pemekaran daerah.

Baca juga: Ngopi Sambil Cek Medsos, Aktivitas Bupati Sis Sebelum Pelantikan

Sebelumnya, Bengkayang merupakan bagian dari Kabupaten Sambas. Otonomi daerah memberi peluang pemekaran, sehingga terbentuk tiga daerah. Selain Sambas sebagai kabupaten induk, muncul Bengkayang dan Kota Singkawang sebagai daerah pemekaran baru.

Luna menduduki posisi bupati untuk dua periode dalam rentang 2000 hingga 2010. Darwis, merupakan putra sulung Luna, yang lahir di Singkawang, 28 Juli 1973.

Baca juga: Martin Rantan Menjejak Periode Kedua di Ketapang

Pernah menjabat anggota DPRD Bengkayang selama tiga periode, dan terakhir menjadi anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat. Sebelum maju sebagai kandidat dalam Pemilukada serentak Desember tahun lalu, dia sempat menjadi satu di antara wakil ketua DPRD Kalimantan Barat.

Dia menggandeng H Syamsul Rizal untuk posisi wakil. Mereka mendapat dukungan dari Partai Golkar dan Gerindra, meraup 44.955 suara atau 38,01 persen dari total suara sah.

Baca juga: Sah! Gubernur Kalbar Lantik 5 Bupati Baru Hari ini

Perolehan ini mengunguli pasangan kandidat lain, yakni Mok Fo Tjhiu-Aliong, Martinus-Carlos Djaafara, dan Herman Ivo-Yohanes Pasti.

Ini bukan kali pertama Darwis mengikuti kontestasi politik di Bengkayang. Pada 2010, dia pernah maju sebagai calon wakil bupati, namun pilihan belum berpihak padanya.

Lihat juga: VIDEO: Suasana Geladi Bersih Pelantikan Lima Bupati dan Wakil di Pontianak

Pada 2015, kembali mencalonkan diri, kali ini sebagai kandidat bupati. Tetapi, perolehan suara di bawah mantan wakil ayahnya, Suryadman Gidot.

Majunya Darwis di gelanggang Pemilukada kali ini membuat dia harus lepas dari posisinya sebagai fungsionaris PDI Perjuangan. Sebab, partai tempat dia merintis karir politik itu mencalonkan kader lain. (SVE)