Dadi Sunarya, Bupati Muda untuk Melawi

Bupati Melawi, Dadi Sunarya bersama keluarga. Foto Instagram @dadi_sunarya

PONTIANAK, RUAI.TV – Dadi Sunarya Usfa Yursa sedang menapaki hari kedua di usia 37 tahun, ketika seremoni pelatikan sebagai bupati diselenggarakan di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Jumat (26/02/2021).

Dia menjadi satu di antara empat bupati lain di Kalimantan Barat yang dilantik hari itu. Dadi yang lahir di Sintang, 24 Februari 1984, kini menduduki kursi Bupati Kabupaten Melawi.

Baca juga: Ngopi Sambil Cek Medsos, Aktivitas Bupati Sis Sebelum Pelantikan

Dari segi usia, masih terbilang muda, 37 tahun. Terpaut dua tahun dari Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan (Sis) yang saat dilantik berusia 39 tahun.

Sementara tiga bupati lainnya berusia di atas mereka: Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis 47 tahun, Bupati Ketapang Martin Rantan 52 tahun, dan Bupati Sintang Jarot Winarno 61 tahun.

Baca juga: Martin Rantan Menjejak Periode Kedua di Ketapang

Mereka berlima telah resmi menjadi kepala daerah di tempatnya masing-masing, sejak Jumat lalu.

Dadi menamatkan pendidikan di Politeknik Negeri Pontianak pada 2005. Kiprahnya di dunia politik Kabupaten Melawi, dimulai ketika dia terpilih sebagai anggota DPRD setempat untuk periode 2009-2014.

Baca juga: Jarot Winarno, Periode Kedua untuk Pak Dokter

Peralihan kepemimpinan daerah pada 2016-2021, menempatkan Dadi sebagai wakil bupati, mendampingi Bupati Panji. Namun, pasangan ini harus berpisah dalam pertarungan di Pemilukada 2020.

Dia maju sebagai kandidat bupati dengan wakilnya, Kluisen. Sang bupati pertahana, Panji, memilih Abang Ahmaddin sebagai wakil. Satu pasang kandidat lainnya, Henny Dwi Rini-Mulyadi.

Baca juga: Sebastianus Darwis, Putra Bupati Pertama Bengkayang

Pertarungan politik kali ini menampatkan pasangan Dadi Sunarya Usfa Y-Kluisen sebagai pemenang. Mereka meraih 56.695 suara, mengalahkan dua pasangan kandidat lain. Duet Dadi-Kluisen didukung PAN, PDI Perjuangan, PPP, Perindo, PKB, dan PKS. (SVE)