Korban Tabrak Lari Mobil Tangki Meninggal, Ayah Korban: Harap Penabrak Tanggungjawab, Kami Tak Marah

KAPUAS HULU – Tanggal 28 Oktober 2020, Hendrikus Alatas mengehembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Sintang. Koma semalaman setelah alami lakalantas tabrak lari sekitar Pk.16.00 – 17.00 WIB tanggal 27 Oktober 2020 di belokan simpang Dusun Sauk Atas jalan poros Sintang-Putussibau, Desa Seberu, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar.

Ayah Hendrikus Alatas, yang juga korban tapi selamat mengatakan; mereka dua anaknya pulang dari simpang Silat buat ATM atas arahan pihak perusahaan sawit tempat mereka bekerja untuk menerima BLT tenaga kerja.

Saat mereka sampai di simpang Sauk Atas, mereka berdua hendak belok kanan, anaknya yang mengendara motor sembari terlebih dahulu menoleh ke belakang, karena melihat tidak ada kendaraan, mereka belok kanan, namun pas mereka berbelok, tiba-tiba mobil tangki klakson dengan suara nyaring sambil menyalib sehingg menabrak belakang motor mereka.

Hendrikus Terpental ke aspal dan ayahnya yang terpental juga berusaha bangun menolong anaknya yang sudah tak sadar. Sementara mobil tangki melaju kencang ke arah Putussibau.

“Warna mobil tangki itu merah putih, saya tak sempat lihat nomor KB-nya lagi, saya serahkan ke pemerintah, seadil-adilnya, harap pihak mobil bertanggungjawab, tidak nyangkallah gitu. Saya punya anak dua, satu meninggal umur 27 tahun (Hendrikus Alatas) dia punya anak satu, lima tahun,” kata Barnabas Benjamin sembari menangis dan mengusap air matanya berkali-kali.

Benjamin menambahkan, peristiwa sudah dilaporkan ke Polisi Sektor Silat Hilir.

Hendrikus Alatas adalah buruh perusahaan sawit. Dia meninggalkan satu anak dan istrinya. Dia dikenal baik oleh keluarga dan kerabat di Dusun Sauk Atas.(Red).