Empat Petugas Pemilu di Kalbar Meninggal Dunia

KALBAR – Dibalik suksesnya pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019 ini terdapat berita duka yang terjadi pada penyelanggara pemilu baik petugas KPPS maupun pengawas pemilu termasuk pihak keamnaan dari anggota Polri.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun ruai.tv, untuk Kalimantan Barat dari beberapa kabupaten dan kota, hingga Sabtu (20/4), setidaknya terdapat 4 (empat) petugas penyelenggara pemilu meninggal dunia setelah sebelumnya dikabarkan kelelahan dan ada juga karena mengalami laka lantas saat menjalankan tugas pemilu mulai dari hari pencoblosan 17 April hingga rekapitulasi hasil perolehan suara ditingkat TPS maupun di tingkat kecamatan atau PPK.

Empat petugas tersebut berasal dari 4 (empat) daerah, yakni kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Sekadau dan Kota Pontianak. Adapun identitas pahlawan pemilu yang dinyatakan meninggal dunia antara lain, Nani Rosmaini (28) bertugas sebagai pengawas TPS desa Dedai Kanan, kecamatan Dedai, kabupaten Sintang. Sebelumnya Nani Rosmaini sempat dilarikan ke rumah sakit Sintang untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak dapat tertolong.

Selanjutnya anggota KPPS desa Setawar, kecamatan Sekadau Hulu, kabupaten Sekadau bernama Syafii juga dikabarkan meninggal dunia diduga kelelahan. Dan petugas Panwaslu Pontianak Barat, Kota Pontianak, Ulandari Binti Suharto (23), warga Gang Kelapa Satu, Jalan Komyos Sudarso juga dikabarkan meninggal dunia pada Pukul 11.45 Wib, Sabtu (20/4) siang karena kekurangan darah.

Sebelumnya Ulandari (23) sempat dibawa ke rumah sakit St. Antonius, namun tidak bisa terselamatkan. Serta petugas pemilu lainnya bernama Verdi Sunarta juga dikabarkan meninggal dunia akibat kecelakaan saat mengawal logistik pemilu 2019 di kabupaten Kapuas Hulu.

Menurut mantan ketua PMI Kota Pontianak, Dokter Darmanelly, M.Kes yang merupakan dokter umum mengatakan, kekurangan istrahat dan tidur dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Karena tubuh manusia memerlukan istrahat 4 hingga 6 jam setiap hari.

“Kurang tidur menyebabkan daya tahan tubuh menurun, tubuh kita memerlukan istirahat 4-6 jam sehari, anak bayi lebih banyak lagi bagitu juga usia lanjut, jelas dr Darmanelly, M.Kes.

Dr Darmanelly menambahkan bahwa fungsi jantung juga dapar terpengaruh jika kekurangan istrahat terlebih lelah ditambah stress.

“Fungsi jantung juga terpengaruh. Apalagi lelah ditambah dengan stress. Kelelahan (fatigue) adalah suatu kondisi yang memiliki tanda berkurangnya kapasitas yang dimiliki seseorang untuk bekerja dan mengurangi efisiensi prestasi, dan biasanya hal ini disertai dengan perasaan letih dan lemah. Kelelahan dapat akut dan datang tiba-tiba atau kronis dan bertahan,” paparnya. (Red).