Aldo, Pemeran Yesus Alami Luka Sungguhan

(Pontianak) Aldo (20) seorang aktivis Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Bunda Maria Jeruju tidak menyangka kalau dipilih untuk memerankan Yesus dalam drama Kisah Sengsara saat prosesi Jalan Salib, pada perayaan Jumat Agung, 19 april.

Proses latihan dilalui dengan Olah vokal dan olah rasa, dimana dia dituntut harus masuk serta menjiwai peran peran-nya sebagai Yesus. “Karna bagi saya peran sebagai Yesus tidak lah mudah, maka dari itu saya terus berlatih agar lebih menjiwai peran Yesus Kristus ini, dan tentu saja saya juga meminta penguatan lewat doa, sebab tanggung jawab sangat besar.” tambahnya.

” Dicambuk nya beneran, sampai ada luka-luka, walaupun yg dirasakan tidak seberapa dibandingkan penderitaan Kristus sendiri saat itu” tutur Aldo menceritakan pengalamannya.

Foto: Adegan penyaliban Yesus oleh OMK.

Aldo mengaku tidak akan melupakan momen ini, karna disitulah dia lebih dapat merasakan penderitaan Yesus yang sesungguhnya. Dia bersama rekan-rekannya mempersembahkan drama ini untuk umat agar dapat menghayati penderitaan Yesus Kristus untuk menebus dosa umat manusia. Aldo juga berharap pengalamannya ini dapat mengubah hidupnya menjadi lebih baik.

Selain itu, agar pertunjukan terlihat lebih realistis, efek khusus digunakan untuk memperkuat drama. Yulianus, anggota tim artistik yang menangani efek khusus dan properti menyebutkan, mereka mempelajari cara pembuatan efek tersebut melalui Youtube. ” Kami kemudian melakukan percobaan beberapa kali hingga efek mendekati aslinya “, tambahnya.

Drama Kisah Sengsara Yesus Kristus (Tablo) di Paroki Bunda Maria Jeruju (BMJ) dilaksanakan 2 tahun sekali dalam kepengurusan OMK BMJ.

Persiapan telah dilakukan sejak bulan februari, mulai dari bedah naskah dan kebutuhan materi, hingga memilih dan melatih pemain.

Para pemeran berasal dari kaum muda perwakilan kring dan dari sekolah-sekolah seperti dari SMKN

Selain Alumni, Anggota OMK yang lain juga turut menjadi pendukung Kegiatan ini. Serta pihak lain seperti Pastor Paroki, Panitia Paskah dan umat paroki Bunda Maria Jeruju,Pontianak.

Tablo tahun ini berhasil melibatkan 45 pemain, diluar dari panitia penyelenggara (AND)