Pulang Dari Jalan Tikus, 15 WNI Diamankan

oleh -138 views

SANGGAU – Satgas Pamtas Yonif R-641/Beruang tetap melakukan pengawasan jalur-jalur tidak resmi di perbatasan negara RI-Malaysia selama suasana lebaran Idul Fitri 1441H.

Jumat (29/5) malam sebanyak 15 WNI yang masuk dari Malaysia menuju Indonesia melalui jalan tikus diamankan Satgas Pamtas Yonif R-641/Bru untuk menjalani serangkaian pemeriksaan protokol Covid-19 di PLBN Entikong, sebelum melanjutkan perjalanan menuju tujuannya masing-masing.

Pengetatan pengawasan jalur-jalur tidak resmi antara Indonesia-Malaysia dilakukan Satgas Yonif R-641/Bru untuk menghindari adanya kegiatan ilegal, seperti penyelundupan barang dan pelintasan orang. Ditengah suasana lebaran Idul Fitri 1441H dan mewabahnya Covid-19 tidak menyurutkan semangat para prajurit di lapangan.

Terbukti pada Jumat malam patroli yang dilakukan Satgas Yonif R-641/Bru mengamankan 15 WNI yang masuk dari Malaysia menuju Indonesia melewati jalan hutan. Dari 15 orang tersebut, 9 orang memiliki tujuan akhir perjalanan di provinsi Kalbar sedangkan 6 orang menuju Jawa dan Nusa Tenggara.

Sebelum melanjutkan perjalanan, mereka diarahkan Satgas Yonif R-641/Bru ke PLBN Entikong guna menjalani rangkaian pemeriksaan protokol Covid-19 sesuai aturan yang berlaku. Pemeriksaan dimulai dengan cuci tangan di tempat yang telah disediakan, penyemprotan disinfektan pada barang-barang bawaan.

Selanjutnya Kantor Kesehatan Pelabuhan PLBN Entikong melakukan pemeriksaan suhu tubuh, pemeriksaan tekanan darah, saturasi oksigen, serta pemeriksaan rapid test. Dan dilanjutkan pendataan biodata, wawancara riwayat perjalanan dan kesehatan oleh petugas gabungan.

Setelah melewati rangkaian tersebut, Bea Cukai melakukan pemeriksaan barang bawaan dilanjutkan pendataan oleh Imigrasi. Selanjutnya para WNI tersebut melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan travel yang dikoordinir oleh Polsek Entikong dan Satgas Yonif R-641/Bru.

Dansatgas Yonif R-641/Bru, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono, menyampaikan “bahwa akhir pekan merupakan waktu rawan terjadinya pelanggaran batas negara sehingga perlu pengawasan dan stamina ekstra”.(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.