122 Desa di Bengkayang Kirim Surat Ke Presiden Joko Widodo

oleh -1.108 views

BENGKAYANG – Sebanyak 122 kepala desa di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo di Jakarta terkait pencairan dana desa (DD) untuk bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga kurang mampu dampak Covid-19 saat ini yang masih terkendala atau tidak ada titik terang.

Terkendalanya pencairan dana desa tersebut lantaran saat ini Kabupaten Bengkayang masih dipimpin oleh pelaksanaan harian (Plh) pasca Bupati Bengkayang Non Aktif Suryadman Gidot tersandung kasus hukum belum lama ini. Adapun isi surat yang di kirim kepada Presiden Joko Widodo sebagai berikut.

Kepada Yth Bapak Presiden RI

Di Jakarta

Assalamualaikum wr.wb

Adil ka’Talino Bacuramin ka’Saruga Basengat ka’Jubata.

Bapak Presiden yang kami hormati.

Kami adalah 122 Kepala Desa yang tergabung dalam Perkumpulan Aparatur Desa Seluruh Indonesia (P-APDESI) Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat.

Kami semua sekarang sedang dilanda kecemasan yang sangat luar biasa, dikarenakan hingga saat ini informasi kejelasan transfer Dana Desa Kabupaten Bengkayang belum menemukan titik terang.

Bapak Presiden yang kami hormati,

Saat ini kami sedang berjibaku dalam perjuangan melawan pandemi virus covid-19 di desa kami, sambil juga kami melindungi warga kami yang berpotensi terpapar virus ini, karena Ibukota Kalbar Pontianak termasuk zona transmisi lokal penyebaran COVID-19 dan kabupaten kami berbatasan langsung juga dgn negara tetangga kita malaysia, sehingga memungkinkan daerah kami juga akan terpapar oleh pandemi virus covid-19 ini.

Bapak Presiden yg kami Hormati,

Fakta yg terjadi di Kabupaten kami adalah, Dana Desa seharusnya sudah mulai disalurkan kepada desa-desa kami sejak bulan Maret lalu, namun karena terkendala oleh permasalahan Plt Bupati kami Bpk.Agustinus Naon S.sos sedang terbaring sakit akibat stroke yg dialami sejak bulan januari lalu, sehingga secara administrasi harus di gantikan oleh Plh Bupati.

Namun dalam proses penandatanganan Surat Kuasa Pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Daerah ke Rekening Kas Desa, dinyatakan oleh kepala KPPN singkawang bahwa Plh Bupati dianggap tidak cukup kewenangan untuk melanjutkan proses penyaluran Dana Desa, sehingga Dana Desa di Kabupaten Bengkayang belum layak salur atau tdk dapat disalurkan hingga saat ini.

Bapak Presiden yang kami hormati,

Di saat ini Kami semua sangat kebingungan, Karena di lapangan kami sedang mengawal kebijakan – kebijakan bapak Presiden selaku pemerintahan di pusat. Mulai dari himbauan edukasi warga, kegiatan pencegahan, termasuk membentuk gugus tugas penanganan COVID-19 di masing masing desa Semua sudah kami lakukan, tidak sampai disitu Pak kami juga sudah mempersiapkan pergeseran anggaran APBdes untuk mengakomodir penanganan COVID-19 termasuk menyiapkan skema BLT DD yang sudah didengar oleh masyarakat kami dari berita dan media sosial.

Bapak Presiden yang kami hormati,

Kami sekarang dalam posisi yang sangat sulit untk menjelaskan semua peristiwa administrasi kepada masyarakat kami, karena masyarakat kami tidak akan mau mengerti dan yang mereka ingin mengerti adalah bahwa BLT harus mulai di salurkan kepada mereka sejak bulan April.

Satu hal lagi yang paling menyedihkan bagi kami Pak, jika kabupaten tetangga kami sudah menyalurkan BLT nya sementara di tempat kami belum, hal itu akan jadi palu yang menghantam kami karena seolah – olah kami tidak bisa berbuat untk warga kami yg sedang dalam kesusahan.

Bapak Presiden yg kami Hormati,

Selain mengharapkan BLT Dana Desa, masyarakat kami juga menyimpan harapan besar kepada sistim pekerjaan Padat Karya Tunai (PKT) dari Dana Desa, karena di situ akan ada lapangan kerja bagi masyarakat kami yg banyak terdampak oleh bencana virus covid-19 ini, khususnya mereka yg kehilangan mata pencharian, penganggur, setengah menganggur, dan keluarga miskin lainnya.

Bapak Presiden yg kami Hormati,

Kami tidak menyalahkan pihak manapun, Malahan kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yg sudah berusaha membantu sampai dengan saat ini, meskipun kabar baik belum ada terdengar mengenai tersalurnya Dana Desa Kabupaten Bengkayang. Jika mau menurutkan perasaan kami ini, rasanya banyak dari kami yg sudah terpukul dgn situasi saat ini.

Bapak Presiden yg kami Hormati,

harapan terakhir kami hanya kepada Bapak Presiden yg kami anggap sudah sangat banyak berbuat untuk Desa, dan kami yakin bapak mampu memberikan solusi terkait masalah yg sedang kami hadapi ini.

Bersama kita bisa lewati badai ini Pak.

Demikian surat ini kami sampaikan.

Atas perhatian dan bantuan yang Bapak berikan.kami ucapkan terimakasih.

Bengkayang, 28 April 2020

Ttd..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.