Dampak Galian C, Ratusan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

BENGKAYANG – Ratusan Hektar sawah petani di Sungai Benuang, desa Bhakti Mulya kecamatan Bengkayang, kabupaten Bengkayang saat ini terancam rusak dan gagal panen.

Pasalnya saat ini pasca hujan Sungai Benuang, desa Bhakti Mulya mengalami sedimentasi sepanjang hampir 1000 meter diduga akibat limbah galian C di perhuluan Sungai Benuang.

Material limbah galian C berupa pasir dan batu menimbun sawah pasca petani selesai menanam. Kejadian sedimentasi galian C di hulu Sungai Benuang menimbun sawah pertanian di desa Bhakti Mulya ini terjadi yang kedua kalinya, sebelumnya terjadi pada tahun 2018 lalu.

Petani di desa Bhakti Mulya meminta, pemerintah kabupaten Bengkayang melalui OPD (organisasi perangkat daerah) terkait, untuk segera turun langsung ke lapangan menangani masalah aktvitas galian C di perhuluan sungai yang menyebabkan sawah petani rusak yang juga berimbas menimbulkan kerusakan pada lingkungan sekitar. Sebab jika tidak petani khawatir akan terus mengalami kerugian.

“Ini adalah satu-satunya Sungai Benuang yang dipergunakan untuk perairan sawah, jadi dulu sangat dalam, sekarang sudah penuh dengan limbah batu dari galian C, ini suatu saat apabila terjadi banjir sangat berbahaya makin rusak sawah,” ujar salah satu petani, Marselina, kepada ruai.tv, Senin (27/5).

Sedimentasi hulu Sungai Benuang ini juga menyebabkan pedangkalan saluran irigasi sawah petani, sehingga suplai pengairan sawah tidak maksimal. (Red).