Aktivitas Peti di Sungai Kapuas Dibubarkan Polisi

SEKADAU – Kepolisian Resort Sekadau, Kalimantan Barat, membubarkan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (peti) di Sungai Kapuas, di perbatasan Kecamatan Belitang kabupaten Sekadau dengan kecamatan Sepauk kabupaten Sintang, kamis sore, 16 Agustus 2018.

Namun, para pekerja Peti tidak ditangkap karena lokasi kerja sudah masuk dalam wilayah hukum Polres Sintang.

Operasi penertiban peti itu dipimpin langsung Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi SIK, ikut mendampingi Kasat Reskrim IPTU Mohammad Ginting dan Kasat Intelkam IPTU Agustian, serta sejumlah personel Polres Sekadau.

Polisi yang menyusuri Sungai Kapuas menggunakan Kapal Patroli menemukan aktivitas Peti yang dibuka menggunakan lanting. Polisi mendatangi langsung para pekerja dan meminta mereka menghentikan aktivitasnya.

Dalam dialognya dengan para pekerja Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi SIK, meminta warga untuk berhenti membuka Peti. Jika kedapatan membuka Peti di wilayah Hukum Polres Sekadau polisi mengancam akan mengambil tindakan tegas.

Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi SIK membenarkan masih adanya aktivitas Peti di Sungai Kapuas. Hanya saja aktivitas peti itu tidak dilakukan di wilayah hukum Polres Sekadau.

Kendati demikian, Kapolres meyakini di Sekadau juga masih ada kemungkinan aktivitas peti yang dilakukan di daratan, Karena itu pihaknya akan melakukan operasi penertiban.

Sementara itu Bupati Sekadau Rupinus mengimbau kepada masyarakat Sekadau untuk tidak melakukan aktivitas peti. Terlebih aktivitas peti di sungai dimana akan sangat berdampak terhadap kebersihan air sungai.

Soal penegakan hukum oleh pihak Kepolisian Rupinus menegaskan, penegakan hukum merupakan wewenangan pihak Kepolisian. Namun Rupinus berharap agar penegakan hukum lebih mengutamakan Persuasiv.

Sejauh ini aktivitas peti kerap dilakukan masyarakat dengan dalih kebutuhan hidup. Hal ini harus di carikan solusi yang kongkrit agar tidak ada pihak yang dikorbankan.(Red)