Takraw Kalbar Targetkan Lolos ke PON Papua

PONTIANAK – Perhelatan Pekan Olehraga Provinsi (PORPROV) tingkat Provinsi Kalimantan Barat resmi dibuka oleh Menpora RI Imam Nahrawi, di Stadion Sultan Syarif Abdurahman (SSA) Pontianak (17/11).
Ajang Olahraga terbesar di Kalbar yang digelar Empat tahun sekali ini diikuti 14 (empat belas) Kabupaten/Kota dengan 44 Cabang Olahraga, 602 nomor pertandingan untuk memperebutkan 2.017 medali yang diikuti 6.103 Atlet dan 1.831 Official tim.

Salah satu cabang olahraga yang tak kalah bergengsi di Porprov kali ini adalah Sepak Takraw. Pada babak Final nomor Inter Regu Putra mempertemukan Kota Pontianak dan Kabupaten Mempawah yang dimenangkan oleh tim Takraw Kota Pontianak dengan angka skor akhir 21:18.

Sementara untuk juara 3 disusul Tim sepak Takraw dari kabupaten Sanggau dan juara 4 diraih tim Takraw dari kabupaten Sekadau.

Sementara Hasil final Takraw Nomor Double Event Putri juara 1 diraih kabupaten Sintang, juara 2 kabupaten Sanggau, Juara 3 bersma Kabupaten Sambas dan Kota Pontianak.

Untuk meraih juara ini para pelatih mengaku sudah berlatih Enam bulan bahkan Satu tahun sebelum ajang Porprov dilakukan dengan membentuk fisik, mental dan strategi bagi para atlet.

“Habis Kejurda tahun lalu kami sudah melakukan persiapan, Alhamdulillah anak-anak bisa bermain dengan lepas,” kata Rahmad Pelatih takraw Kota Pontianak.

Sementara itu pelatih Takraw Kabupaten Sintang, Jhon mengatakan, meski dengan berbagai kekurangan yang dimiliki, namun kabupaten Sintang bisa meraih Emas oleh tim Takraw Putri, hal tersebut berkat dukungan semua pihak, termasuk Pemkab, KONI, PSTI dan masyarakat kabupaten Sintang.

“Harapan semoga kedepan semakin banyak atlet-atlet putri nomor pertandingan putri yaitu Double Event juga bisa dipertandingkan dalam Event sebesar Porprov ini,”Harapnya usai menyaksikan pertandingan Minggu pagi (18/11).

Pada Porprov ke XII ini sepak Takraw mempertandingankan Enam nomor. Dari jumlah tersebut hingga Minggu (18/11) panitia sudah Mempertandingankan 4 Nomor dan sisa 2 nomor tanding lagi yang akan dilangsungkan hingga 20 November.

Ketua Pengprov PSTI Kalbar yang juga wasit Internasional Sepak Takraw, Ahmad Jamalong mengatakan, Takraw Kalbar saat ini cukup membanggakan karena secara kualitas maupun kuantitas bahwa pertandingan di sepak Takraw semakin kompetitif. Dimana Jamalong menjelaskan jika Porprov sebelumnya Takraw hanya diikuti 3 (tiga) daerah yaitu, Kota Pontianak, Mempawah dan kabupaten Sintang Saja, namun untuk kali ini muncul kabupaten-kabupaten lain seperti Sambas, Sekadau, Sanggau dan lain-lain, hal ini membuktikan sepak Takraw semakin meningkat.

“Kedepan kita akan punya atlet-atlet andalan, tentunya kita akan persiapkan pada Event-event Nasional,” kata Jamalong.

Jamalong juga menargetkan pada PON (Pekan Olahraga Nasional) di Papua tahun 2020 nanti Takraw Kalbar bisa lolos.

“Target kita, Porprov kita bisa menyelesaikan mental para atlet-altlet yang akan kita jadikan tim bayangan Pra-PON Nanti,” timpal Pengamat Olahraga Kalbar ini.

Untuk mempersiapkan atlet bertanding ke event yang lebih bergengsi, Jamalong memastikan pihaknya sudah berkoordinasi bersama dengan tim Bimpres (Bimbingan Prestasi) dan sudah berkerja secara profesional untuk memantau altet-atlet yang layak dikirim ke Pra-PON.

Jamalong menjelaskan bahwa prestasi Takraw Kalbar ditingkat Nasional cukup membanggakan, dimana pada PON tahun 2012 di Riau, Kalbar masuk 8 (delapan) besar untuk Double Event, namun pada PON di Jawa Barat, prestasi Takraw Kalbar sempat menurun, sehingga hal tersebut menjadi tantangan bagi pengprov PSTI Kalbar kedepan.

Ia berharap dengan adanya Porprov ini animo dan semangat para atlet akan selalu termotivasi, terlebih Porprov ke XII ini merupakan kali pertama dipertandingkan untuk nomor Takraw Putri.

“Putri punya peluang ditingkat Nasional, karena putri masih sedikit,” tutupnya.

Pada pertandingan yang berlangsung Minggu pagi (18/11) panita langsung menyerahkan medali dan hadiah untuk para penemang. Medali tersebut dikalungkan lansung kepada para atlet pemenang pertandingan yang diserahkan oleh pengurus KONI, PSTI baik kabupaten/kota maupun provinsi. (Red).