Perancis Akan Naikkan Pajak Kelapa Sawit Hingga 300% Karena Alasan Kesehatan

Minyak kelapa sawit dinilai terlalu berbahaya bagi jantung dan tubuh manusia, menjadi alasan utama Pemerintah Perancis mengurangi konsumsinya dengan kenaikan pajak hingga 3 kali lipat. Foto: Rhett A. Butler

Anggota parlemen dari Partai Sosialis Perancis mengajukan kenaikan pajak hingga 300% bagi komoditi minyak kelapa sawit yang masuk ke negeri Napoleon tersebut. Alasan kesehatan, disebut-sebut sebagai pendorong utama kenaikan pajak terhadap kelapa sawit.

Rencana penetapan pajak yang termasuk dalam Social Security Bill (Rancangan Undang-Undang Keamanan Sosial) kini sudah ada di tangan Komite Kesejahteraan Sosial di Senat Perancis yang sudah melakukan amandemen terhadap rancangan undang-undang ini tanggal 7 November 2012 silam. Dalam rancangan undang-undang ini pajak terhadap minyak kelapa sawit dan beberapa bahan pangan lainnya akan meningkat hingga 300%.

Jika jadi diadopsi, aturan ini akan menghantam bisnis makanan ringan dan makanan jadi di Perancis, salah satunya adalah krim coklat dengan merk Nutella yang diperkirakan harganya akan naik sekitar 6 sen per kilogram. Dalam pernyataannya, politisi pendukung RUU Keamanan Sosial, Yves Daudigny seperti dilansir oleh Harian Le Figaro,”Pajak ini ditujukan untuk para produsen makanan, bukan konsumen untuk menekan penggunaan minyak kelapa sawit dalam produk mereka.”

Bahaya penggunaan kelapa sawit secara berlebihan dimuat dalam sebuah laporan Le Figaro tahun 2011 silam, disitu disebutkan kelapa sawit akan mengeras di dalam suhu ruangan dan menjadi sebuah alternatif murah bagi proses pembuatan berbagai makanan ringan dan kue-kue. Dalam laporan ini juga disebutkan bahwa minyak kelapa sawit mengandung bahan transfat berlebihan dan penggunaan berlebihan akan menyebabkan kandungan kolesterol yang tinggi di dalam aliran darah serta menyebabkan penyakit jantung.

Menurut hasil penelitian Jean-Michel Chardigny dari Departemen Nutrisi Manusia di Pusat Penelitian Pangan dan Pertanian Perancis, kelapa sawit tidak mengandung nutrisi yang berguna bagi tubuh tetapi mengandung lemak tak jenuh dan porsi besar (Sekitar 60%) lemak sawit. Lemak sawit (palmitic acid) ini atau yang juga dikenal dengan asam hexadecanoic, adalah jenis asam lemak yang biasa ditemukan di binatang, tanaman dan mikroorganisme. Jenis lemak ini masuk ke dalam klasiifikasi atherogenic, yang akan menempel di pembuluh darah dan menimbulkan berbagai penyakit. Lemak sawt, bersama dengan lemak lauric (lauric acid) dan lemak myristic (myristic acid) adalah tiga lemak paling berbahaya bagi kesehatan manusia.

Pajak tambahan bagi kelapa sawit ini diperkirakan akan menambah devisa bagi Perancis sekitar 40 juta Euro dan akan mendorong para produsen pangan di negara ini untuk mencari alternatif bahan lain yang lebih sehat. Selain kelapa sawit, pajak serupa juga akan dikenakan kepada minyak kelapa, minyak inti sawit.

Pembahasan Rancangan Undang-Undang Keamanan Sosial ini akan dibahas lebih lanjut pekan depan oleh Senat Perancis, sebelum memutuskan besaran kenaikan pajak kelapa sawit.

Negara Perancis, mengimpor sekitar 130.000 ton per tahun, atau sekitar 2 kilogram untuk setiap penduduk Perancis.

Perubahan Tutupan hutan di Indonesia dan Malaysia

Sementara itu, Yusof Basiron yang menulis di ceopalmoil.com, menyanggah bahwa kandungan nutrisi kelapa sawit berbahaya bagi manusia. Dia beralasan bahwa lemak tak jenuh dari kelapa sawit tidak menyebabkan penyakit bagi banyak penduduk di Perancis, karena sebenarnya orang Perancis lebih banyak mengonsumsi susu, keju dan mentega yang berasal dari hewan. Ia juga menyebutkan, jika alasannya kesehatan maka lebih baik pemerintah Perancis menaikkan pajak bagi komoditi dari susu dan turunannya tersebut.

Selain Perancis, negara Eropa lain yang juga menekan penggunaan minyak kelapa sawit adalah Norwegia yang sudah menekan penggunaan bahan ini hingga 64% di tahun 2012 ini. Stabburet, salah satu pembeli minyak kelapa sawit terbesar di Norwegia kini telah menghilangkan produk ini dari daftar belanja mereka secara total. Sementara Mills, yang kini menjadi pembeli terbesar kelapa sawit di Norwegia, telah memotong penggunaan minyak ini hingga 95%. Secara keseluruhan perusahaan makanan di Norwegia kini hanya membeli 9.600 metrik ton atau hanya 64% dari belanja minyak kelapa sawit sebesar 15.000 metrik ton tahun lalu. Sementara konsumsi per kapita untuk kelapa sawit di Norway, kini tinggal 1 kilogram per tahun.

Tabel: Penggunaan Minyak Kelapa Sawit di Norwegia, dari tahun 1995 hingga tahun 2011

Di negara penghasilnya, Indonesia dan Malaysia, kelapa sawit adalah salah satu penyebab utama deforestasi. Indonesia mengekspor sekitar 24 hingga 25 juta metrik ton kelapa sawit ke seluruh dunia, dari 8 juta hektar lahan kelapa sawit yang sudah beroperasi. Duapertiga lahan kelapa sawit dunia, ada di Indonesia. Sisanya 4 juta hektar tersebar di Malaysia dan negara-negara Afrika.

Akibat ekspansi kelapa sawit, menurut data Greenpeace, Indonesia kehilangan 1,8 juta hektar hutan pertahun sejak tahun 2000 hingga 2010.

Oleh Aji Wihardandi,  November 12