Arsip

Zulkarnaen Daftar Calon Ketua KONI Kubu Raya Periode 2026-2030

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya resmi mendaftar sebagai bakal calon Ketua KONI periode 2026-2030. (Foto/ruai.tv)
Advertisement

KUBU RAYA, RUAI.TV – Langkah Zulkarnaen menuju kursi Ketua KONI Kabupaten Kubu Raya periode 2026–2030 langsung memantik perhatian.

Ketua IPSI Kubu Raya sekaligus Wakil Ketua DPRD itu resmi mengambil formulir pendaftaran pada Senin (19/1), sekitar pukul 12.30 WIB, dengan membawa misi membenahi tata kelola olahraga daerah.

Namun proses awal pencalonannya tidak berjalan mulus. Zulkarnaen bersama timnya langsung menyoroti salah satu poin persyaratan yang dikeluarkan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP). Dalam poin 14, TPP mencantumkan larangan bagi pimpinan partai politik untuk mencalonkan diri sebagai Ketua KONI.

Advertisement

Zulkarnaen menilai aturan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas. “Kami melihat ada poin yang menyebut pimpinan partai politik tidak boleh mencalonkan diri sebagai Ketua KONI Kubu Raya. Tim kajian hukum kami tidak menemukan satu pun aturan undang-undang olahraga yang mengatur hal itu. Karena itu kami minta TPP mengkaji ulang dan merevisi,” tegas Zulkarnaen.

Ia juga mengkritik kehadiran panitia TPP saat proses pengambilan formulir. Dari lima orang yang seharusnya hadir, hanya dua orang yang datang, sehingga menurutnya menghambat pengambilan keputusan cepat.

“TPP berjumlah lima orang, tapi yang hadir hanya dua. Ini tentu mempengaruhi kecepatan keputusan, sementara tahapan pencalonan terus berjalan. Kami minta mereka segera membuat kajian dan jawaban tertulis,” ujarnya.

Zulkarnaen menambahkan, timnya meminta TPP menghapus poin larangan tersebut agar proses pencalonan berjalan adil dan sesuai regulasi yang lebih tinggi.

“Poin 14 itu kami minta dihilangkan. Alhamdulillah, mereka berjanji memberikan jawaban tertulis, kalau tidak sore ini, paling lambat besok pagi,” katanya.

Meski sempat terjadi perdebatan, Zulkarnaen tetap menekankan pentingnya sportivitas dalam proses pemilihan Ketua KONI.

“Dalam demokrasi pasti ada pro dan kontra, dukung-mendukung itu biasa. Tapi jangan sampai keluar dari aturan undang-undang. Kami ingin pemilihan berjalan fair, cepat, dan menghasilkan pemimpin terbaik pilihan cabang olahraga,” ucapnya.

Zulkarnaen maju dengan modal rekam jejak kuat di dunia olahraga. Di bawah kepemimpinannya, IPSI Kubu Raya beberapa kali mencatat prestasi sebagai juara umum dalam berbagai event olahraga di Kalimantan Barat.

Pengalaman itu memantapkan langkahnya untuk memperluas ruang pengabdian melalui KONI. Ia menargetkan Kubu Raya mampu bersaing dengan kabupaten/kota lain di Kalbar, bahkan menembus level nasional.

“Saya ingin membangun olahraga Kubu Raya agar lebih kompetitif, terarah, dan berprestasi. Siapa pun yang terpilih nanti, harus benar-benar lahir dari keinginan cabang olahraga,” pungkas Zulkarnaen.

Pendaftaran ini menjadi awal dinamika menuju pemilihan Ketua KONI Kubu Raya 2026–2030 yang mulai menghangat di kalangan insan olahraga daerah.

Advertisement