BENGKAYANG, RUAI.TV – Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) kembali membludak di sejumlah SPBU wilayah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga setelah stok BBM tiba-tiba habis saat antrean masih panjang.
Peristiwa tersebut tampak jelas di SPBU Dungkan, Kecamatan Teriak, pada Senin, 16 Maret 2026. Sejak pagi hingga petang, warga bertahan di tengah terik matahari bahkan hujan demi mendapatkan jatah BBM.
Namun, perjuangan panjang itu berakhir sia-sia setelah petugas SPBU menyatakan stok bahan bakar telah habis ketika banyak pengantre belum mendapat giliran.
Antrean panjang terlihat dari deretan sepeda motor hingga puluhan warga yang membawa jerigen. Kepadatan antrean bahkan meluber sampai ke badan jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas sekitar SPBU.
Situasi serupa juga muncul di beberapa SPBU lain di Kabupaten Bengkayang, seperti SPBU Kelurahan Bumi Emas serta SPBU Kelurahan Sebalo di Kecamatan Bengkayang. Lonjakan antrean membuat warga harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian mendapat BBM.
Salah satu pengantre, Lia, mengaku telah menunggu sejak pagi. Ia merasa kecewa karena stok BBM habis ketika antreannya hampir tiba.
“Kami sudah antre lama sejak pagi. Saat hampir dapat giliran, petugas bilang bensin habis. Kami tentu kecewa karena waktu dan tenaga terbuang,” ujar Lia.
Kekecewaan serupa juga disampaikan Beti, warga yang ikut mengantre bersama puluhan pengendara lain. Ia menilai kondisi tersebut terus berulang tanpa solusi jelas.
“Setiap kali ada antrean panjang, warga selalu khawatir kehabisan. Kami berharap ada kepastian stok agar masyarakat tidak harus menunggu berjam-jam seperti ini,” kata Beti.
Saprin, pengantre lainnya, menilai situasi tersebut sangat menyulitkan masyarakat yang bergantung pada kendaraan untuk aktivitas sehari-hari.
“Banyak warga butuh bensin untuk bekerja atau mengantar anak sekolah. Kalau antre lama lalu pulang tanpa bensin, aktivitas kami tentu terganggu,” ujar Saprin.
Meski suasana antrean dipenuhi rasa kecewa, sebuah momen solidaritas terlihat di tengah kondisi tersebut. Beberapa pengantre secara sukarela membagikan cadangan bensin dari jerigen maupun tangki motor mereka kepada pengendara yang benar-benar kehabisan bahan bakar.
Ari, salah satu warga yang ikut berbagi bahan bakar, mengatakan aksi tersebut muncul dari rasa empati terhadap sesama pengendara.
“Kami lihat ada pengendara yang benar-benar tidak punya bensin untuk pulang. Jadi kami bantu sedikit dari cadangan yang kami punya agar mereka bisa sampai rumah,” tutur Ari.

Gambar: Pengantre BBM harus berbagai bahan bakar agar kendaraan tetap bisa beroperasi untuk menunjang aktivitas. (Foto/ruai.tv)
Sementara itu, pihak kepolisian meminta masyarakat tetap tenang menyikapi antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU. Aparat juga turun langsung mengamankan area SPBU untuk mencegah keributan akibat kepadatan antrean.
Kapolsek Teriak, IPTU Kasianus, menjelaskan lonjakan antrean lebih banyak dipicu kekhawatiran masyarakat sehingga terjadi pembelian berlebihan.
“Kami mengimbau masyarakat tidak panik. Berdasarkan koordinasi dengan pihak terkait, pasokan BBM sebenarnya masih mencukupi untuk kebutuhan normal,” jelas IPTU Kasianus.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi yang dapat memperparah situasi.
“Pembelian sebaiknya sesuai kebutuhan. Jangan sampai ada penimbunan yang justru membuat antrean semakin panjang,” tegasnya.
Pengawas SPBU Jalan Raya Sebopet Bengkayang, Yudas, juga memastikan pasokan BBM sebenarnya tetap tersedia. Namun lonjakan antrean terjadi karena kekhawatiran masyarakat yang membeli bahan bakar secara berlebihan.
“Stok BBM subsidi maupun nonsubsidi sebenarnya normal. Lonjakan antrean terjadi karena masyarakat khawatir kehabisan sehingga banyak yang membeli sekaligus,” ungkap Yudas.
Meski demikian, warga berharap pihak terkait segera memastikan distribusi BBM berjalan stabil agar kejadian serupa tidak terus berulang. Warga menilai kepastian pasokan sangat penting agar aktivitas ekonomi masyarakat Bengkayang tidak terganggu akibat kelangkaan bahan bakar.
Hingga kini, antrean panjang masih terjadi di beberapa SPBU wilayah Bengkayang. Warga berharap pemerintah daerah, pengelola SPBU, serta pihak terkait segera mengambil langkah nyata agar distribusi BBM kembali normal dan kepercayaan masyarakat pulih.
Lihat Juga:















Leave a Reply