Arsip

Wagub Kalbar Kecam Oknum Picu Antrean BBM, Minta Penindakan Tegas

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan minta oknum yang membuat masyarakat antre di SPBU di Tindak Setegas-tegasnya. (Foto/ruai.tv)
Advertisement

PONTIANAK, RUAI.TV – Antrean panjang di sejumlah SPBU di Kalimantan Barat memicu kekhawatiran masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini mendapat sorotan serius dari Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang menilai situasi tersebut tidak semata disebabkan oleh kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Krisantus mengecam keras dugaan adanya ulah oknum yang memanfaatkan kondisi distribusi BBM sehingga memicu antrean panjang di lapangan.

Advertisement

Ia menyebut, praktik tersebut turut mendorong terjadinya panic buying di tengah masyarakat, yang pada akhirnya memperparah situasi.

Lihat Juga:

Menurutnya, fenomena antrean tidak bisa dipandang sebagai persoalan distribusi biasa. Ia menduga ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memainkan kondisi untuk kepentingan tertentu, sehingga menciptakan kesan kelangkaan di tengah masyarakat.

“Kondisi ini bukan murni karena stok yang tidak tersedia, tetapi ada indikasi permainan oknum yang harus segera ditindak,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjut Krisantus, telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk memastikan kondisi pasokan BBM. Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui bahwa stok BBM di wilayah Kalbar dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar, khususnya di media sosial, yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menurutnya, informasi yang tidak akurat justru dapat memperkeruh keadaan dan memicu kepanikan.

Selain itu, Krisantus meminta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam praktik tersebut. Ia menegaskan, sanksi berat perlu diberikan sebagai efek jera dan untuk menjaga stabilitas distribusi BBM di Kalimantan Barat.

Pemerintah berharap kondisi ini segera terkendali sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa gangguan antrean panjang di SPBU.

Lihat Juga:

Advertisement