PONTIANAK, RUAI.TV – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengajak umat Islam tidak hanya menjalankan puasa sebagai rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menghidupkan bulan suci Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan memakmurkan masjid.
Ajakan itu disampaikannya saat menghadiri malam pertama tarawih Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Rabu (18/2) malam.
Menurutnya, Ramadan merupakan momentum istimewa yang tidak cukup dimaknai sebatas menahan lapar dan dahaga, melainkan harus diisi dengan kegiatan spiritual yang berdampak pada peningkatan kualitas keimanan.
“Ramadan adalah kesempatan emas untuk memperbanyak amal ibadah. Jangan hanya berpuasa, tetapi juga ramaikan masjid dengan tarawih, tadarus, dan khataman Al-Qur’an,” tegasnya.
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar ini juga mendorong agar masjid-masjid di Kalimantan Barat aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan sepanjang bulan puasa.
Selain salat tarawih, gubernur juga mengajak masyarakat melaksanakan salat subuh berjemaah secara konsisten serta menggelar sahur bersama sebagai bentuk mempererat kebersamaan.
Menurut Norsan, kegiatan seperti tadarus dan khataman Al-Qur’an bukan sekadar tradisi, melainkan upaya membangun kedekatan umat dengan kitab suci.
Ia menyebutkan, di Masjid Raya Mujahidin ditargetkan pembacaan tujuh juz setiap malam agar 30 juz dapat diselesaikan hingga akhir Ramadan.
“Kalau masjid hidup sejak malam pertama hingga akhir Ramadan, insyaallah semangat ibadah itu akan terbawa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ajakan tersebut mendapat respons positif dari jemaah. Seorang warga, Fizul, mengaku termotivasi untuk meningkatkan ibadah, khususnya salat subuh berjemaah yang kerap menjadi tantangan tersendiri. Ia berharap Ramadhan tahun ini menjadi momentum perubahan ke arah yang lebih baik.
Seruan gubernur ini menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang kewajiban berpuasa, tetapi tentang membangun kebiasaan baik secara kolektif.
Dengan tarawih yang konsisten, tadarus yang berkelanjutan, khataman Al-Qur’an yang terencana, serta kebersamaan dalam salat subuh dan sahur, Ramadan diharapkan benar-benar menjadi bulan pembinaan spiritual bagi masyarakat Kalimantan Barat.















Leave a Reply