Arsip

Suyanto Tanjung Nahkodai MABT Kalbar, Tegaskan Persatuan Tionghoa untuk NKRI

Suyanto Tanjung Resmi menjabat Ketua Umum MABT Kalimantan Barat. (Foto/ruai.tv)
Advertisement

PONTIANAK, RUAI.TV – Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kalimantan Barat resmi menetapkan Suyanto Tanjung sebagai Ketua MABT Kalbar periode 2025–2030. Munas berlangsung di Hotel Alimoer, Jalan Ayani, Kota Pontianak, Sabtu (30/8).

Suyanto, yang juga anggota DPRD Kalbar dari Partai Hanura sekaligus Ketua Asprov PSSI Kalbar, baru saja menuntaskan masa jabatannya sebagai Ketua DPD Hanura Kalbar pada 29 Agustus 2025 lalu. Kini, ia mendapat amanah baru untuk memimpin MABT.

Dalam pidato perdananya, Suyanto mengajak seluruh masyarakat Tionghoa tanpa terkecuali untuk bersatu dan membesarkan MABT.

Advertisement

“MABT milik kita bersama, tidak boleh ada skat-skat lagi. Orang besar, kecil, sederhana, kaya, semua harus bergabung. Kita semua adalah Tionghoa Indonesia, bagian dari NKRI,” tegasnya.

Suyanto menegaskan bahwa MABT bukan organisasi politik, melainkan wadah adat dan budaya yang berperan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Salah satu program prioritas yang ia usung adalah pembangunan Rumah Adat Budaya Tionghoa di Kalbar, sejajar dengan rumah adat Melayu dan Dayak.

“Kami ingin membangun kebersamaan lintas budaya. Selain itu, MABT akan selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan. Tidak ada dualisme, MABT hanya satu, solid, dan berdiri untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Munas MABT Kalbar 2025 dibuka resmi oleh perwakilan Kesbangpol Kalbar. Dalam sambutannya, Kesbangpol berharap MABT terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga keharmonisan antar-etnis dan memperkuat persatuan bangsa.

Acara berlangsung penuh semangat persatuan meski persiapan hanya sekitar dua minggu. Sidang pleno pertama mengesahkan tata tertib, peserta, hingga pemilihan pimpinan sidang definitif yang akhirnya mengantarkan Suyanto sebagai ketua terpilih.

Dengan terpilihnya Suyanto Tanjung, MABT Kalbar menegaskan komitmennya menjadi organisasi budaya yang mempererat persaudaraan masyarakat Tionghoa sekaligus berkontribusi membangun Kalimantan Barat dan Indonesia.

Advertisement