Arsip

Sopir Sempat Laporkan Rem Bermasalah, Bus Damri Tetap Beroperasi hingga Kecelakaan di Penyeladi

Gangguan pada sistem pengereman diduga menjadi penyebab kecelakaan Bus DAMRI di Kabupaten Sanggau. (Foto/ruai.tv)
Advertisement

SANGGAU, RUAI.TV – Kepolisian Resor Sanggau mengungkap bahwa sopir bus Damri yang sebelumnya mengemudikan kendaraan nahas di turunan Penyeladi sempat melaporkan adanya gangguan pada sistem pengereman kepada pihak perusahaan sebelum kecelakaan terjadi.

Informasi tersebut merupakan bagian dari hasil keterangan yang dihimpun Polres Sanggau dalam proses penyelidikan awal terkait kecelakaan lalu lintas tunggal yang terjadi di Dusun Penyeladi, Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 13.40 WIB.

Kecelakaan tersebut melibatkan satu unit bus Mercedes-Benz berwarna putih dengan nomor polisi KB 7710 S yang mengangkut puluhan penumpang dari Terminal Sidomulyo (Pinoh) menuju Terminal Ambawang. Peristiwa itu mengakibatkan satu penumpang meninggal dunia dan 27 lainnya mengalami luka-luka.

Advertisement

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Polres Sanggau, bus tersebut telah menjalani perjalanan sejak Jumat (3/4/2026) dengan rute Terminal Ambawang menuju Sambas, kemudian kembali lagi ke Ambawang pada hari berikutnya.

Dalam rangkaian perjalanan itu, kendaraan sempat dikemudikan oleh sopir bernama Sandi. Dari hasil pemeriksaan awal, Polres Sanggau menyebut Sandi telah menyampaikan kepada pihak perusahaan bahwa kondisi rem kendaraan tidak dalam keadaan baik atau mengalami gangguan.

Meski telah menerima laporan tersebut, kendaraan tetap dioperasikan untuk melayani angkutan penumpang. Pada Sabtu (4/4/2026), bus kembali digunakan untuk mengangkut 11 penumpang menuju Terminal Sidomulyo di Pinoh.

Polres Sanggau juga mengungkap bahwa sebelum keberangkatan, sopir sempat menanyakan kembali kondisi kendaraan, khususnya sistem pengereman. Namun, pihak perusahaan menyatakan kendaraan dalam kondisi siap digunakan tanpa kendala.

Selama perjalanan menuju Pinoh, sopir mengemudikan kendaraan dengan kehati-hatian. Keterangan yang dihimpun kepolisian menyebutkan sopir kembali mengeluhkan kondisi pengereman yang tidak maksimal saat perjalanan berlangsung.

Setibanya di Terminal Sidomulyo, penumpang diturunkan dan bus kembali menjalankan aktivitas operasional dengan mengangkut penumpang menuju Simpang Pinoh sebelum kembali ke terminal untuk beristirahat.

Pada Minggu pagi (5/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, bus kembali diberangkatkan menuju Terminal Ambawang dengan membawa 31 penumpang, ditambah sopir dan kernet. Pada perjalanan ini, kendaraan dikemudikan oleh Indra (27), warga Kabupaten Kubu Raya.

Dalam keterangannya kepada kepolisian, Indra mengemudikan kendaraan dengan kecepatan rendah selama perjalanan karena mengetahui adanya potensi gangguan pada sistem pengereman.

Namun, saat memasuki turunan Penyeladi yang memiliki kontur jalan menurun curam dan tikungan tajam ke arah kanan, kendaraan diduga mengalami kegagalan fungsi pengereman. Bus kemudian oleng ke kiri, dan pengemudi berupaya mengendalikan kendaraan dengan membanting setir ke arah kanan.

Upaya tersebut tidak berhasil hingga kendaraan mengalami kecelakaan tunggal di lokasi kejadian. Akibat peristiwa tersebut, satu orang penumpang meninggal dunia di tempat kejadian.

Sementara itu, 27 penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat ringan hingga berat dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit M.Th. Djaman Sanggau untuk mendapatkan perawatan medis.

Kapolsek Kapuas, Iptu Marianus, menyampaikan bahwa pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Kami langsung mendatangi tempat kejadian perkara, melakukan pengamanan, serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan. Selain itu, kami juga mencatat identitas korban, saksi, serta kendaraan yang terlibat,” ujar Iptu Marianus.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas Polres Sanggau untuk melakukan penanganan lanjutan, termasuk penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan.

“Dari hasil sementara, diduga kecelakaan terjadi karena kombinasi antara faktor teknis kendaraan, yakni rem yang tidak berfungsi optimal, serta kondisi jalan yang menurun dan berbelok,” jelasnya.

Polres Sanggau hingga saat ini masih melakukan pendalaman terhadap seluruh keterangan yang diperoleh, termasuk terkait laporan awal mengenai kondisi kendaraan sebelum dioperasikan. Proses evakuasi, pendataan korban, serta pengumpulan keterangan saksi terus dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat diungkap secara menyeluruh.

Advertisement