SEKADAU, RUAI.TV – Banjir merendam sejumlah desa di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Dampak terparah terjadi di Kecamatan Nanga Taman setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu malam, 8 Januari 2026.
Air sungai meluap dan perlahan menggenangi permukiman warga hingga Kamis siang. Sejumlah warga mengakui banjir menggenangi rumah mereka dengan ketinggian bervariasi. Ungal, warga Desa Nanga Koman, menyebut air naik cepat dan memaksa keluarganya bertahan di dalam rumah.
“Air di rumah saya sudah setinggi pusar orang dewasa. Kami tidak menyangka naiknya secepat ini,” ujar Ungal.
Rendaman banjir membuat warga melakukan berbagai upaya penyelamatan. Sebagian warga membangun panggung darurat di dalam rumah untuk menyelamatkan peralatan elektronik dan barang berharga. Sementara itu, beberapa keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena air terus bertambah.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Heri Handoko, menyampaikan bahwa banjir meluas hampir di seluruh Kecamatan Nanga Taman. Hingga Kamis, 8 Januari 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, BPBD mencatat 11 desa terdampak dari total 15 desa di kecamatan tersebut.
“Banjir melanda 11 desa di Kecamatan Nanga Taman. Desa yang terdampak antara lain Nanga Taman, Nanga Mentukak, Nanga Koman, Nanga Kiungkang, dan Senangak,” kata Heri Handoko.
Selain itu, banjir juga menggenangi Desa Semerawai, Nanga Mongko, Meragun, Nanga Engkulun, Sungai Lawak, dan Rirang Jati.
Heri menegaskan bahwa banjir terparah terjadi di Desa Senangak. Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan satu jembatan penghubung antar desa putus dan satu titik jalan antar desa mengalami longsor. Kondisi tersebut menghambat akses transportasi dan mobilitas warga.
Menanggapi situasi ini, BPBD Kabupaten Sekadau langsung menerjunkan tim ke lokasi terdampak. BPBD juga mengerahkan perahu karet untuk membantu proses evakuasi. “Saat ini tim kami fokus mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan, terutama lansia dan anak-anak,” jelas Heri.
Menurut BPBD, banjir di Kecamatan Nanga Taman kerap terjadi saat curah hujan tinggi. Kondisi geografis wilayah yang memiliki banyak anak sungai membuat air mudah meluap ke permukiman warga. BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.















Leave a Reply