PONTIANAK, RUAI.TV – Antrean panjang kendaraan untuk pengisian BBM terjadi di sejumlah SPBU di Kalimantan Barat dalam sepekan terakhir. Panjang antrean di beberapa lokasi dilaporkan mencapai satu hingga dua kilometer dan berlangsung hampir sepanjang hari.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait ketersediaan BBM di daerah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama pihak terkait sebelumnya menyampaikan bahwa stok BBM dalam kondisi aman.
Namun, kondisi antrean yang terus terjadi di lapangan menunjukkan situasi yang berbeda dari pernyataan tersebut. Ketua Ormas Rella Kalimantan Barat, Iin Irwansyah, menyampaikan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara pernyataan pemerintah dengan kondisi yang dialami masyarakat.
“Pemerintah menyampaikan stok BBM aman, tetapi masyarakat masih harus antre panjang setiap hari. Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan antara pernyataan dan kenyataan di lapangan,” ujar Iin Irwansyah, Jumat (20/3) siang.
Ia menyebut antrean terjadi di banyak titik SPBU dan berlangsung dalam durasi panjang. Sejumlah warga menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM, bahkan antrean dilaporkan terjadi hingga malam hari.
“Antrean terjadi hampir di seluruh SPBU. Masyarakat menunggu lama untuk mengisi BBM, bahkan ada yang antre dari pagi hingga malam,” katanya.
Selain itu, muncul dugaan di tengah masyarakat terkait kemungkinan adanya faktor lain yang memengaruhi distribusi BBM, termasuk dugaan keterlibatan spekulan. Iin Irwansyah meminta agar pihak terkait melakukan penelusuran dan memberikan penjelasan terbuka kepada publik.
“Kalau memang ada faktor lain seperti spekulan atau pihak tertentu, hal itu perlu ditelusuri dan disampaikan secara terbuka agar masyarakat mendapatkan kepastian,” ucapnya.
Ia juga menanggapi pernyataan yang mengaitkan kondisi tersebut dengan isu global. Menurutnya, kondisi antrean yang terjadi di Kalimantan Barat tidak terlihat secara luas di daerah lain.
“Kalau dikaitkan dengan isu global, perlu dilihat juga kondisi di daerah lain. Di beberapa wilayah, situasi pengisian BBM tetap berjalan normal,” jelasnya.
Situasi antrean BBM ini terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat yang mempersiapkan perjalanan untuk bersilaturahmi.
“Kondisi ini terjadi menjelang hari raya. Masyarakat membutuhkan BBM untuk keperluan perjalanan, termasuk untuk bersilaturahmi,” kata Iin.
Ia meminta pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk segera mengambil langkah penanganan guna mengurai antrean dan memastikan distribusi berjalan lancar.
“Diperlukan langkah cepat dan tepat untuk mengurai antrean serta memastikan distribusi BBM berjalan dengan baik di lapangan,” tutupnya.
Lihat Juga:















Leave a Reply