KUBU RAYA, RUAI.TV – Suasana santai sore mewarnai aktivitas Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama Wakil Gubernur Kalimantan Barat Kristantus Kurniawan di halaman Kantor Bupati Kubu Raya. Keduanya tampak menikmati momen kebersamaan dengan memberi makan ikan di parit depan kantor bupati yang kini berubah wajah.
Parit yang sebelumnya kumuh, berlumpur, dan berbau itu kini menjelma menjadi ruang publik yang produktif, edukatif, sekaligus estetis bagi masyarakat.
Bupati Kubu Raya Sujiwo terus mendorong pemanfaatan lingkungan sekitar agar menjadi lebih bersih, indah, dan bermanfaat. Ia memulai perubahan tersebut dengan menata parit di depan Kantor Bupati Kubu Raya.
Melalui kolaborasi dengan dinas terkait, pemerintah daerah melakukan penggalian dan pembersihan parit. Dari proses tersebut, petugas menemukan sumber air alami yang kemudian dimanfaatkan secara optimal.
Setelah menemukan sumber air, pemerintah daerah langsung membersihkan parit dan menatanya agar air mengalir lebih jernih. Pemerintah kemudian melepas ikan ke dalam parit tersebut sebagai bagian dari upaya pemanfaatan ruang terbuka.
Selain itu, pemerintah juga membangun jalur pedestrian di sisi parit yang kini berfungsi sebagai jogging track dan area rekreasi ringan bagi masyarakat.
Sujiwo menjelaskan bahwa gagasan tersebut lahir dari keprihatinannya melihat kondisi lingkungan yang tidak tertata. Ia menilai parit tidak seharusnya identik dengan kesan kotor dan bau, melainkan bisa menjadi bagian dari wajah kota yang ramah dan produktif.
Menurutnya, perubahan kecil di lingkungan sekitar dapat memberikan dampak besar jika dikelola dengan sungguh-sungguh.
“Kalau saya melihat lingkungan itu kumuh, berlumpur, bau, mata saya rasanya sakit. Kemarin kita gali, ternyata ada sumber air, akhirnya kita bersihkan, kita buat pedestrian juga. Ini jadi ruang publik, masyarakat boleh main, boleh kasih makan ikan,” kata Sujiwo.
Ia juga menegaskan bahwa konsep tersebut tidak hanya berlaku di lingkungan kantor bupati, tetapi dapat diterapkan oleh masyarakat luas. Sujiwo bahkan membuka peluang bagi warga yang memiliki parit dengan sumber air untuk memanfaatkannya sebagai kolam ikan.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya siap mendukung langkah tersebut dengan bantuan bibit ikan secara gratis. “Kalau warga punya parit dan ada sumber air, bibit ikannya bisa hubungi kita, kita bantu gratis,” ujar Sujiwo menambahkan.
Langkah inovatif tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wakil Gubernur Kalimantan Barat Kristantus Kurniawan. Ia mengaku terinspirasi dengan apa yang dilakukan Bupati Kubu Raya dan tengah merencanakan kejutan dengan membangun tempat pemeliharaan ikan di parit dengan konsep serupa di wilayah lain.
“Ini kan Pak Jiwo menginspirasi kita untuk menanam dan memelihara ikan di parit. Saya juga punya rencana membuat hal serupa di aliran air yang sama,” ungkap Kristantus.
Menurut Kristantus, parit tidak hanya berfungsi sebagai saluran air atau pencegah banjir. Ia menilai parit juga memiliki potensi besar untuk menjadi sarana produktif, estetis, dan mendukung ketahanan pangan perkotaan. Dengan pemanfaatan yang tepat, parit dapat menjadi solusi tanpa harus membuka lahan baru untuk kolam ikan.
Kristantus menyebutkan bahwa di Kota Pontianak dan sekitarnya, panjang parit bisa mencapai ratusan kilometer. Jika masyarakat dan pemerintah mampu memanfaatkannya secara optimal, potensi tersebut dapat mendukung budidaya ikan dalam skala besar.
“Di Kota Pontianak ini, parit-parit itu bisa ratusan kilometer panjangnya. Kalau kita manfaatkan, kita tidak perlu lagi membuka lahan untuk membuat kolam ikan,” jelasnya.
Ia mencontohkan pemanfaatan aliran air seperti di Sungai Jawi. Menurutnya, dengan pemasangan jaring atau bendungan sederhana, aliran air tersebut dapat menampung ribuan ikan dan tetap terlihat indah. Untuk parit yang tidak terlalu panjang, Kristantus menyebut air bisa dijernihkan dengan pemasangan filter.
“Kalau paritnya tidak terlalu panjang seperti ini, airnya bisa kita buat jadi lebih jernih dengan memasang filter. Ke depan saya juga akan memasang filter di sana,” kata Kristantus.
Terkait jenis ikan, Kristantus menyebutkan pemilihan dapat menyesuaikan dengan ketersediaan bibit. Ia bahkan berharap ke depan parit-parit tersebut dapat diisi dengan ikan sungai agar tetap selaras dengan ekosistem alami.
Di sela kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Barat juga sempat berkelakar mengenai rencana pembangunan patung di masa mendatang. Meski disampaikan dengan nada santai, Kristantus menegaskan pentingnya kualitas dalam setiap pembangunan.
“Ke depan kita juga punya rencana membuat patung. Patung apa nantinya, kita lihat perkembangannya. Yang jelas, patung itu harus dibuat oleh orang yang profesional. Kalau kita buat patung harimau, maka harus benar-benar seperti harimau, bukan seperti kucing,” ucap Kristantus disambut tawa.
Melalui penataan parit menjadi kolam ikan dan ruang publik, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan contoh konkret pemanfaatan lingkungan yang berkelanjutan.
Inisiatif tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli, kreatif, dan produktif dalam mengelola lingkungan sekitar.















Leave a Reply