Arsip

Meski Pincang, Boy Terus Melangkah Demi Sekolah

Boy, bocah 9 tahun asal Desa Bukai Tukun, Kecamatan Ambalau menggunakan tongkat menuju sekolah. (Foto/ruai.tv)
Advertisement

SINTANG, RUAI.TV – Kisah Boy, bocah 9 tahun asal Desa Bukai Tukun, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang, menggugah empati banyak orang.

Di usianya yang masih belia, Boy harus menahan nyeri akibat kerusakan jaringan pada kakinya. Namun rasa sakit itu tak pernah mematahkan tekadnya untuk tetap bersekolah dan mengejar masa depan.

Boy mengalami kondisi tersebut sejak tersengat tawon saat bermain. Luka di bagian lututnya terus memburuk hingga mengalami infeksi berkepanjangan. Seiring waktu, jaringan pada kakinya rusak dan membuat Boy kesulitan berjalan.

Advertisement

Meski sempat menjalani pengobatan di puskesmas setempat, kondisi kakinya tak kunjung membaik. Kini, Boy harus berjalan dengan bantuan tongkat setiap hari.

Di balik keterbatasan fisik itu, semangat Boy untuk bersekolah tak pernah surut. Setiap pagi, ia tetap mengenakan seragam sekolah dan melangkah tertatih menuju bangku kelas di SD Negeri 18 Nanga Jabai.

Keteguhan itulah yang akhirnya menyentuh hati banyak orang setelah sebuah video dirinya beredar luas di media sosial. Video tersebut juga sampai ke Kapolres Sintang AKBP Sanny Hadityo, Melihat langsung perjuangan Boy, Kapolres segera mengambil langkah nyata.

Ia menginstruksikan jajarannya untuk turun langsung memastikan kondisi bocah tersebut dan memberikan bantuan. Kapolsek Ambalau IPDA Julianus Supento, bersama Camat Ambalau, Danramil, dan Bhabinkamtibmas kemudian mengunjungi Boy di kediamannya pada Selasa sore, 9 Desember 2025.

Dalam kunjungan itu, Kapolsek Ambalau menyampaikan pesan langsung dari Kapolres Sintang terkait kesiapan membantu biaya pengobatan Boy agar bisa dirujuk ke fasilitas medis yang lebih memadai di Kota Sintang.

IPDA Julianus Supento mengungkapkan bahwa kisah Boy pertama kali ia ketahui dari media sosial. “Saya mendapat informasi dari media sosial, sebenarnya istri saya yang melihat di TikTok. Terlihat ada anak kecil yang pincang-pincang, tapi tetap semangat untuk bersekolah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah dilakukan penelusuran, kondisi yang dialami Boy ternyata telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Gambar: Kapolres Sintang membawa Boy mengikuti Ibadah Minggu (4/1) di GKII Ekklesia Pontianak dan turut di doakan oleh para pendeta dan Jemaat. (Foto/ruai.tv)

“Setelah kami cek, kejadian ini sudah berlangsung lama, bahkan sejak dia masih sekitar usia tiga tahun. Hati kami tersentuh karena di tengah keterbatasannya, dia tetap ingin sekolah,” kata Kapolsek Ambalau.

Kapolres Sintang AKBP Sanny Hadityo menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan.“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar adik Boy bisa menjalani pengobatan dengan maksimal, cepat sembuh, dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala,” ungkapnya.

Bagi Boy dan keluarganya, perhatian dan uluran tangan tersebut menjadi harapan baru setelah bertahun-tahun berjuang dalam senyap. Di tengah rasa sakit yang terus ia rasakan, Boy tetap melangkah dengan keyakinan.

Langkahnya mungkin pincang, tetapi semangatnya tetap utuh, menjadi pengingat bahwa keteguhan hati dapat tumbuh bahkan dari tubuh yang terluka.

Untuk berita Televisinya klik link berikut:

Advertisement