Arsip

Maman Abdurrahman Tantang Kader Golkar Buktikan Partai Besar Tanpa Dinasti Politik

Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Barat demisioner, Maman Abdurrahman memberikan keterangan pers usai pembukaan Musda XI Partai Golkar. (Fotp/ruai.tv)
Advertisement

PONTIANAK, RUAI.TV – Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Barat demisioner, Maman Abdurrahman, menegaskan bahwa kekuatan dinasti politik tidak selalu menjamin kemajuan sebuah partai. Ia justru menilai praktik politik dinasti kerap menempatkan kepentingan keluarga lebih tinggi daripada kepentingan partai.

Pernyataan itu ia sampaikan saat memberikan sambutan pada Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kalimantan Barat yang berlangsung di Golden Tulip Pontianak, Sabtu (7/3/2026).

Menurut Maman, banyak politisi yang lahir dari dinasti politik lebih fokus memperkuat kekuasaan keluarga ketimbang memperbesar organisasi partai.

Advertisement

“Pemimpin-pemimpin politik yang berasal dari kekuatan politik dinasti belum tentu menjamin dan berbanding lurus terhadap kemajuan partai itu. Karena terkadang politisi-politisi yang besar dari politik dinasti yang diprioritaskan bukan membesarkan partainya, tapi malah memprioritaskan membesarkan dinasti politiknya. Dua hal berbeda,” ujar Maman.

Ia menilai sebagian tokoh politik memanfaatkan mesin partai semata untuk memperpanjang kekuasaan keluarga. “Keberadaan dia untuk mengambil mesin partai semata-mata tujuannya bukan untuk membesarkan partai itu, tapi tidak lebih dan tidak kurang hanya untuk membesarkan dinasti politiknya dan melanggengkan kekuasaannya itu,” tegasnya.

Maman kemudian menantang kader Golkar untuk membuktikan bahwa aktivis partai mampu membawa Golkar semakin besar tanpa bergantung pada kekuatan dinasti politik.

“Saya minta siapa pun yang menjadi Ketua Partai Golkar ke depan, insyaallah kalau itu Fani, buktikan bahwa kita aktivis partai bisa membesarkan partai ini ke depan. Itu tantangan kita,” katanya.

Ia mengakui sebagian orang masih memandang rendah kader yang tumbuh dari jalur aktivis partai. Namun menurutnya, kesempatan kepemimpinan akan membuktikan kualitas kader tersebut.

“Kita yang mungkin masih dilihat sebelah mata sebagai aktivis-aktivis partai ini, yang mungkin masih dianggap pemain pinggiran. Tapi pada saat pemain-pemain pinggiran ini diberikan kesempatan memimpin partai, dialah yang akan membuktikan partai itu akan membesar ke depan,” ujarnya.

Maman juga menyampaikan keyakinan bahwa kepemimpinan generasi baru mampu membawa Golkar Kalimantan Barat semakin kuat. “Insyaallah Partai Golkar ke depan, saya punya keyakinan, Fani dengan semangat, kesetiaan, loyalitas, dan komitmen yang membesarkan Partai Golkar, dia mampu membesarkan Golkar Kalimantan Barat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Maman juga menggambarkan peta kekuatan partai politik di Kalimantan Barat melalui analogi kompetisi futsal.

“Partai politik Kalimantan Barat itu ibarat liga futsal. Ada klub Golkar, klub PDIP, klub Gerindra, klub Nasdem, sama klub PAN,” ujarnya.

Ia menilai Golkar memiliki kelas kompetisi yang lebih tinggi karena posisi kader partai tersebut di tingkat nasional. “Karena kelas Golkar ini sudah liga nasional, jadi sudah bukan lagi liga dua,” ucapnya.

Karena alasan itu, ia mendukung kepemimpinan generasi muda dalam tubuh Golkar Kalimantan Barat. “Makanya kami kasih yang jadi Ketua Golkar Kalimantan Barat ini generasi milenial. Karena yang namanya pemain divisi dua gerakan dan kecepatannya lebih cepat daripada yang senior-senior itu,” katanya.

Maman bahkan menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan kader muda Golkar tersebut. “Insyaallah Fani ini lebih paten daripada saya. Jadi cukup kita sandingkan dengan pemain liga dua,” ujarnya.

Dalam Musda XI tersebut, peserta forum secara aklamasi menetapkan Ichfany sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Kalimantan Barat periode 2025–2030.

Penetapan itu menandai estafet kepemimpinan baru dalam tubuh Golkar Kalimantan Barat sekaligus momentum konsolidasi organisasi menghadapi dinamika politik ke depan.

Advertisement