KUBU RAYA, RUAI.TV – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Kubu Raya memicu lonjakan konsumsi air bersih masyarakat. Kondisi ini membuat Perumdam Tirta Raya Kubu Raya mengambil langkah pengaturan distribusi melalui pembagian aliran agar seluruh pelanggan tetap memperoleh pasokan air secara merata, Kamis (30/1/2026).
Direktur Perumdam Tirta Raya Kubu Raya, Harmawan, menegaskan perusahaan masih mampu memenuhi kebutuhan produksi air bersih meskipun curah hujan menurun. Ia menyebut kapasitas produksi saat ini mencapai sekitar 180.000 meter kubik per hari dan masih berada pada level aman.
“Produksi kita sebenarnya tidak berkurang dan tidak terkendala musim kemarau, karena ketersediaan air baku masih cukup. Kapasitas produksi juga masih maksimal,” ujar Harmawan saat diwawancarai.
Harmawan menjelaskan persoalan utama justru muncul pada sisi distribusi, bukan pada ketersediaan air baku. Musim kemarau mengubah pola konsumsi masyarakat. Warga yang sebelumnya memanfaatkan air hujan dari penampungan kini sepenuhnya bergantung pada layanan PDAM untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Karena tidak ada hujan, masyarakat yang biasanya menggunakan air tampungan kini 100 persen mengandalkan air PDAM. Ini menyebabkan permintaan meningkat cukup signifikan dan berdampak pada pemerataan distribusi,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, dalam kondisi normal, konsumsi air rumah tangga rata-rata berada di kisaran 13 hingga 14 meter kubik per sambungan setiap bulan. Namun saat kemarau, angka tersebut melonjak menjadi 16 sampai 17 meter kubik, bahkan di sejumlah pelanggan mencapai 20 meter kubik.
Lonjakan pemakaian itu memengaruhi tekanan dan debit air di jaringan pipa. Akibatnya, tidak semua wilayah bisa menikmati aliran air secara optimal pada waktu yang sama, terutama pada jam-jam puncak penggunaan.
Untuk menjaga layanan tetap stabil, Perumdam Tirta Raya Kubu Raya mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan efisien. Harmawan menekankan pentingnya kesadaran bersama agar seluruh pelanggan tetap terlayani selama musim kemarau.
“Kami mohon kesadaran masyarakat untuk menggunakan air secara efisien. Karena di sisi lain masih ada pelanggan yang juga membutuhkan air,” tegas Harmawan.
Selain imbauan, perusahaan juga menerapkan langkah teknis berupa pembagian aliran. Perumdam akan mengatur sistem distribusi agar pasokan air bisa terbagi secara merata ke seluruh zona pelayanan meskipun konsumsi meningkat.
“Kami akan mengatur pembagian aliran secara teknis, supaya semua pelanggan bisa mendapatkan air meskipun di tengah peningkatan konsumsi,” pungkasnya.
Perumdam Tirta Raya Kubu Raya berharap kerja sama antara perusahaan dan masyarakat mampu menjaga stabilitas layanan air bersih hingga musim kemarau berakhir, sehingga kebutuhan air warga Kubu Raya tetap terpenuhi secara adil dan berkelanjutan.














Leave a Reply