Arsip

Jalan Rusak di Bengawan Ampar Hambat Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga

Sejumlah pengendara sedang bergotong royong memikul kendaraan roda dua yang tidak bisa melewati jalan rusak di ruas jalan dari dan menuju Kuala Behe. (Foto/ruai.tv)
Advertisement

LANDAK, RUAI.TV – Kerusakan jalan penghubung antar kecamatan di Kabupaten Landak kembali dikeluhkan warga. Ruas jalan yang berada di Desa Bengawan Ampar, Kecamatan Kuala Behe, di laporkan mengalami kerusakan parah dan hingga kini belum mendapat penanganan berkelanjutan.

Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses darat yang menghubungkan Kecamatan Kuala Behe dengan Kecamatan Meranti. Seorang warga Desa Bengawan Ampar, Victor Balago, menyampaikan langsung kondisi jalan yang setiap hari dilalui masyarakat.

Ia mengatakan kerusakan jalan terjadi secara bertahap dan terus memburuk dari tahun ke tahun. Permukaan jalan yang berlumpur dan tidak rata menyulitkan aktivitas warga, terutama saat musim hujan.

Advertisement

“Kondisi jalan kami semakin hari semakin hancur dari tahun ke tahun, dan sampai sekarang belum ada perhatian serius. Padahal ini satu-satunya jalan penghubung antara Kecamatan Kuala Behe dan Kecamatan Meranti,” ujar Victor.

Victor menjelaskan bahwa jalan tersebut menghubungkan sejumlah desa, yakni Desa Angkanyar, Desa Manggam, Desa Sehe, dan Desa Bengawan Ampar di Kecamatan Kuala Behe, serta Dusun Jelayan, Desa Meranti, Kecamatan Meranti. Tidak tersedia jalur alternatif lain yang dapat digunakan warga untuk keluar masuk wilayah.

Kerusakan jalan berdampak langsung pada akses pendidikan. Victor menyebut anak-anak sekolah terpaksa berjalan kaki untuk menuju sekolah di Kecamatan Meranti karena kendaraan sulit melintas. Kondisi ini terjadi setiap hari dan menjadi tantangan tersendiri bagi pelajar.

“Anak-anak sekolah harus jalan kaki untuk bisa sampai ke sekolah di Meranti. Mereka tetap lewat jalan ini walaupun rusak parah karena tidak ada pilihan lain,” katanya.

Selain pendidikan, aktivitas ekonomi warga juga terdampak signifikan. Jalan tersebut menjadi akses utama warga untuk membeli kebutuhan pokok dan menjual hasil kebun. Kondisi jalan yang rusak membuat distribusi hasil pertanian tidak berjalan optimal.

“Jalan ini juga jadi akses kami untuk menjual hasil kebun dan membeli kebutuhan sehari-hari. Kalau jalannya rusak seperti ini, ekonomi masyarakat ikut terhambat,” jelas Victor.

Menurut Victor, kerusakan jalan ini telah berlangsung sejak tahun 2022 hingga 2023. Ia mengungkapkan bahwa jalan tersebut sempat mendapat perbaikan melalui bantuan program TNI. Namun, perbaikan itu hanya bersifat sementara karena menggunakan material sertu dan tidak di lanjutkan dengan pengaspalan.

“Sekitar tahun 2022 atau 2023 jalan ini pernah di perbaiki lewat bantuan TNI, tapi hanya disertu, tidak diaspal. Sekarang sudah lebih dari dua tahun dan kondisinya kembali rusak parah,” ungkapnya.

Victor menegaskan bahwa warga hanya menyampaikan kondisi faktual di lapangan dan berharap pemerintah daerah dapat meninjau langsung situasi tersebut. Ia menilai jalan ini memiliki peran strategis karena menjadi penghubung utama antar kecamatan dan penentu kelancaran aktivitas masyarakat.

“Kami sebagai masyarakat hanya ingin menyampaikan kondisi yang sebenarnya dan berharap ada perhatian, karena jalan ini sangat penting bagi kehidupan kami sehari-hari,” pungkas Victor.

Warga Desa Bengawan Ampar berharap adanya langkah nyata dan berkelanjutan agar akses pendidikan, ekonomi, dan mobilitas masyarakat di Kuala Behe dan Meranti dapat berjalan lebih baik ke depan.

Advertisement