Arsip

Hanura Tegas! Ketua Tak Maksimal, Siap Diganti

Wakil Ketua Umum Bidang Perencanaan Kebijakan Strategis DPP Hanura, Patrice Rio Capella saat memberikan sambutan pada Musda IV DPD Hanura Kalbar. (Foto/ruai.tv)
Advertisement

PONTIANAK, RUAI.TV – Musyawarah Daerah (Musda) IV Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kalimantan Barat berlangsung meriah di Pontianak Convention Center (PCC), Jumat (29/8/2025).

Namun di balik suasana akrab dan penuh persaudaraan itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura mengeluarkan peringatan keras: pengurus cabang yang tidak bekerja maksimal akan langsung diganti.

Ratusan pengurus dan kader dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat hadir memenuhi PCC sejak pagi. Agenda utama berupa serah terima kepemimpinan berjalan lancar.

Advertisement

Suyanto Tanjung yang telah memimpin DPD Hanura Kalbar lebih dari satu dekade, menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Dian Eka Muchairi, mantan sekretaris DPD.

Seluruh kader bulat memilih Dian Eka secara aklamasi sebagai ketua baru. Suyanto menyatakan sikap legowo dan optimistis bahwa generasi baru bisa melanjutkan perjuangan Hanura di Kalimantan Barat.

“Saya percaya Saudara Dian Eka akan menjalankan amanah ini dengan baik. Semua kader sudah sepakat dan saya yakin Hanura Kalbar semakin kokoh,” ujar Suyanto.

Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, ikut memuji proses Musda yang berlangsung damai. Ia menyebut sikap Suyanto sebagai teladan, serta menyoroti peran besar Ketua Umum DPP Hanura, Oesman Sapta Odang, dalam mendukung pembangunan Kalbar.

“Partai politik, termasuk Hanura, harus hadir bersama rakyat untuk mengawal pembangunan daerah,” kata Krisantus.

Namun, pernyataan paling mencolok datang dari Wakil Ketua Umum Bidang Perencanaan Kebijakan Strategis DPP Hanura, Patrice Rio Capella, yang hadir mewakili Ketua Umum. Patrice menegaskan bahwa DPP tidak segan mengevaluasi pengurus yang tidak aktif bekerja di lapangan.

“Enam bulan ke depan, kami dari DPP akan menilai langsung kinerja ketua cabang maupun pengurus di bawahnya. Jika mereka tidak maksimal, tidak hadir di desa atau kecamatan, mohon maaf, kami akan mengganti ketua cabang tersebut dengan orang yang betul-betul bekerja untuk partai ini,” tegas Patrice disambut riuh tepuk tangan peserta Musda.

Patrice menekankan bahwa Hanura tidak bisa hanya sekadar ada di papan nama. Partai, kata dia, harus hadir nyata di tengah masyarakat dengan menyerap aspirasi, mendampingi warga, dan ikut mengawal pembangunan.

“Tugas utama kita adalah membantu rakyat, bukan hanya menjelang pemilu. Hanura harus terus dekat dengan masyarakat di setiap level, dari desa hingga provinsi,” ujarnya.

Menurut Patrice, momentum Musda IV Hanura Kalbar menjadi titik awal bagi kepemimpinan baru di bawah Dian Eka Muchairi. Ia menilai keakraban dan kebersamaan yang ditunjukkan seluruh kader di PCC mencerminkan kedewasaan politik. Modal ini, kata Patrice, harus diterjemahkan dalam kerja nyata, bukan hanya seremonial.

“Kalau ada pengurus hanya ingin duduk di kursi partai tanpa bekerja, lebih baik mundur. Hanura butuh orang yang mau turun ke bawah, mendengar rakyat, dan memberi solusi,” tegas Patrice.

Pernyataan keras ini seakan menjadi tamparan sekaligus pemicu semangat bagi seluruh kader Hanura di Kalimantan Barat. Para pengurus cabang kini memikul tanggung jawab besar untuk membuktikan komitmen mereka dalam enam bulan ke depan.

Di sisi lain, Dian Eka Muchairi sebagai ketua baru mengaku siap menjawab tantangan itu. Ia menegaskan akan merangkul seluruh kader untuk memperkuat konsolidasi hingga ke akar rumput.

“Kami akan memastikan Hanura hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat pemilu, tapi setiap saat rakyat membutuhkan,” kata Dian Eka.

Musda IV Hanura Kalbar pun menjadi catatan penting. Bukan hanya soal pergantian kepemimpinan, tetapi juga lahirnya peringatan keras dari pusat bahwa kursi ketua bukan sekadar jabatan kehormatan. DPP menginginkan kepemimpinan yang bekerja, bergerak, dan berjuang bersama rakyat.

Advertisement