KUBU RAYA, RUAI.TV – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap rendahnya tingkat kehadiran pengurus cabang olahraga (cabor) dalam rapat koordinasi yang digelar bersama KONI dan insan olahraga se-Kabupaten Kubu Raya.
Dari puluhan cabor yang terdaftar, hanya belasan yang hadir memenuhi undangan resmi pemerintah daerah. Sujiwo menilai minimnya kehadiran tersebut mencerminkan rendahnya semangat dan keseriusan sebagian pengurus cabor dalam membangun prestasi olahraga daerah.
Ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut karena berdampak langsung terhadap capaian prestasi atlet Kubu Raya di tingkat provinsi.
“Hari ini saya mengundang teman-teman cabang olahraga untuk rapat koordinasi, tapi yang hadir hanya belasan cabor. Ini wajar kalau kemarin di Porprov kita hanya di urutan kedelapan,” ujar Sujiwo.
Menurutnya, peringkat kedelapan yang diraih Kubu Raya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) menjadi cerminan lemahnya sinergi antara pengurus cabor dan pemangku kepentingan olahraga. Padahal, di tengah keterbatasan keuangan daerah, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tetap mengalokasikan anggaran hibah sebesar Rp1 miliar untuk KONI.
Sujiwo menekankan bahwa dukungan pemerintah terhadap olahraga tidak pernah setengah-setengah. Selain hibah untuk pembinaan, pemerintah daerah juga menyiapkan apresiasi bagi atlet berprestasi. Ia menyebutkan bonus sebesar Rp17,5 juta akan diberikan untuk setiap medali emas yang diraih atlet Kubu Raya.
“Satu miliar sudah kita anggarkan untuk KONI, dan satu medali emas akan kita berikan apresiasi tujuh belas juta setengah. Walau belum teranggar, kalau sudah saya ucapkan, harus saya laksanakan. Apa pun risikonya, itu tanggung jawab saya,” tegasnya.
Meski kecewa, Sujiwo memastikan komitmen pemerintah daerah dalam pembinaan olahraga tidak akan surut. Ia menegaskan bahwa negara tetap wajib hadir mendukung atlet dan insan olahraga. Hibah untuk KONI, kata dia, tetap disalurkan dan digunakan secara akuntabel sesuai ketentuan perundang-undangan.
Penggunaan anggaran tersebut juga akan berada di bawah pengawasan ketat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat guna memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Sujiwo berharap ke depan seluruh cabor dapat menunjukkan keseriusan, meningkatkan partisipasi, dan bersama-sama mendorong prestasi olahraga Kubu Raya agar lebih kompetitif di tingkat provinsi maupun nasional.















Leave a Reply