Tradisi Membuat Dodol Di Acara Pernikahan

Sebagai tradisi menjelang pernikahan warga pengkalan limau Desa Nanga Mahap Kabupaten Sekadau membuat makanan berupa Dodol. Pembuatan dodol ini di lakukan dengan cara bergotong royong sehingga pekerjaan yang berat bisa menjadi ringan berikut video kiriman jurnalis warga. Saudara ini adalah video kiriman jurnalis warga Eko Reza Syahbandi terkait acara membuat dodol ketika acara pernikahan oleh warga Pengkalan Limau Desa Nanga Mahap Kecamatan Nanga Mahap Kabupaten Sekadau.
Oleh warga setempat membuat dodol pada acara pernikahan di sebut bergudak dimana dalam acara bergudak ini di lakukan oleh banyak warga dengan bergotong royong. Sebelum acara bergudank terlebih dahulu di siapkan bahan mulai dari beras yang sudah di buat tepung labu atau bahan yang mau dijadikan dodol gula santan termasuk wadah untuk memasak dodol hingga mempersiapkan tempat untuk memasak dodol tersebut. Setelah bahan untuk membuat dodol di persiapkan kemudian proses bergudak di lakukan dimana dalam proses ini di lakukan secara bergantian sehingga tidak terasa lelah dalam proses mengaduk dodol itu hingga dodol matang.
Setelah dodol yang di masak matang dengan berwana kekuningan masakan dodol itu di masukan di dalam wadah untuk di dinginkan kemudian di sajikan pada prosesi pernikahan. Bagai masyarakat setempat dodol ini merupakan makanan khas jika terdapat warga yang memiliki hajat pernikahan. Dimana dalam pembuatannya banyak jenis dodol yang bisa dibuat sesuai keinginan sang pembuat acara Budaya gotong royong dalam pembuatan dodol ini juga sudah menjadi tradisi masyarakat Desa Nanga Mahap.
Ruai tv – 26 April 2018