Tangkal Radikalisme, Gereja Lakukan Pendidikan Karakter

Untuk Menangkal Paham Radikalisme Yang Terjadi Di Tanah Air Belakangan Ini Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Akan Berupaya Melakukan Pendidikan Karakter Terhadap Gereja-Gereja.

Pada 13 mei 2018 3 gereja di serang terorisme dengan menggunakan bom hingga memakan korban baik itu masyarakat atau jemaat dan juga pihak keamanan.

Menurut Wakil Sekretaris persekutuan gereja-gereja di Indonesia pendeta Krise Rotti Gosal mengatakan belakangan diketahui bahwa pelaku bom gereja tersebut adalah sekeluarga dengan melibatkan ibu serta anak-anaknya. Dengan kejadian ini bahwa pertahanan terkecil di masyarakat yaitu keluarga telah bobol.

Untuk itu pembinaan keluarga merupakan salah satu tugas dari gereja. Gereja bisa mengembangkan pendidikan karakter sampai dengan kekeluarga sebagai basis terkecil agar memahami dan menghargai perbedan dan keberagaman sebagai jati diri bangsa.

Krise Rotti Gosal menambahkan gerakan perdamaian harus lebih cepat dari paham radikalisme dengan memperbanyak gaungan perdamaian agar paham-paham yang tidak berprikemanusiaan bisa di kalahkan.

Ruai tv – 19 Mei 2018