Pengiriman Pekerja Migran Ilegal Seperti Peredaran Narkoba

Pengiriman pekerja migran indonesia secara ilegal saat ini dinilai sama halnya dengan penyelundupan dan peredaran narkoba di kalbar. Berdasarkan data bp3tki pontianak sepanjang 2017 lalu ada duaribuan tki ilegal yang dipulangkan dari malaysia melalui perbatasan entikong kabupaten sanggau. Balai pelayanan penempatan dan perlindungan tenaga kerja indonesia bp3tki pontianak menggelar konferensi pers di aula kantor bp3tki pontianak selasa pagi.

Dalam konfrensi pers itu kepala bp3tki pontianak ahnas menyebutkan sepanjang tahun 2017 ada sekitar 2.724 kepulangan tki atau pekerja migran indonesia atau p-m-i tidak prosedural atau ilegal dari perbatasan entikong kabupaten sanggau kalimantan barat. Hal ini menandakan bahwa pengiriman pekerja migran indonesia ke luar negeri sangat tinggi sehingga serupa dengan penyelundupan narkoba dalam jumlah besar yang marak di kalbar.

Secara statistik data kepulangan itu berbeda jauh dengan data pengiriman dan penempatan pekerja migran indonesia yang prosedural atau legal di tahun 2017 yang hanya 1.023 untuk ditempatkan di beberapa negara. Sementara untuk tahun 2018 bp3tki pontianak mencatat ada 398 pekerja migran legal yang ditempatkan di beberapa negara dan jumlah itu berbanding terbalik dengan deportasi pekerja migran indonesia ilegal yang mencapai 648 orang.

Ahnas mengimbau kepada masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri untuk dapat menjadi pmi secara prosedural dan tidak mempercayai calo sehingga dapat terhindar dari deportasi atau permasalahan di negara lain.

https://ruai.tv/ .:RuaiTVPontianak: Ruai tv –18 April 2018