MELAWI, RUAI.TV – Ritual adat tolak bala membuka rangkaian kegiatan Gawai Dayak Kabupaten Melawi ke XVIII tahun 2026 yang digelar di muara pertemuan Sungai Melawi dan Sungai Pinoh, Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh, Kamis (28/5/2026).
Prosesi sakral ini dipimpin para tetua adat sebagai simbol permohonan keselamatan, keberkahan, serta kelancaran seluruh rangkaian kegiatan budaya masyarakat Dayak. Ritual berlangsung khidmat dengan melibatkan masyarakat adat yang mengikuti setiap tahapan secara bersama-sama.
Tradisi tolak bala merupakan bagian dari warisan budaya Dayak yang dilaksanakan secara turun-temurun sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan Sang Pencipta. Dalam pelaksanaannya, masyarakat melakukan pemasangan simbol adat serta berbagai prosesi yang mengandung makna spiritual dan kebersamaan.
Usai pembacaan doa oleh tokoh adat, simbol tolak bala kemudian dihanyutkan ke sungai sebagai bagian dari rangkaian ritual. Tokoh adat pembaca ritual, Dedi, mengatakan prosesi ini menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan Gawai Dayak.
“Ritual ini kami laksanakan sebagai bentuk permohonan agar seluruh rangkaian kegiatan diberikan keselamatan dan dijauhkan dari segala marabahaya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Temenggung Kabupaten Melawi, Sopian Hadi, menyampaikan bahwa Gawai Dayak tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga ruang mempererat kebersamaan.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat lintas suku dapat berkumpul dan menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan,” katanya.
Gawai Dayak Kabupaten Melawi merupakan agenda tahunan yang menampilkan kekayaan tradisi serta memperkuat persatuan masyarakat.
Lihat Juga:















Leave a Reply